Malik Mahmud Minta Legislatif PA Perjuangkan Hak Rakyat

oleh -496 views
PhotoPictureResizer 191214 175423354 crop 870x439
Ketua Tuha Peut Partai Aceh Malik Mahud, menyerahkan penghargaan kepada Ketua DRPK Aceh Barat, Samsi Barmi. DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Barat dinilai berprestasi meningkatkan elektabilitas partai. Foto direkam Jumat 13 Desember 2019. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Sabang- Ketua Tuha Peut Partai Aceh Malik Mahmud Al Haytar, mengingatkan seluruh anggota legislatif terpilih dari Partai Aceh (PA) untuk memperhatikan kepentingan rakyat dari setiap kebijakan yang dibuat.

“Harus disadari, sebagai individu yang telah dipilih langsung oleh rakyat, saudara-saudara semua merupakan ujung tombak perjuangan partai,” ujar Malik Mahmud.

Loading...

Hal tersebut disampaikan Malik Mahmud pada pembukaan bimbingan teknis dan pembekalan anggota legislatif dari Partai Aceh, Jumat malam 13 November 2019, di Kota Sabang. Kegiatan itu diikuti seluruh anggota DPRA dan DPRK dari Partai Aceh.

Malik Mahmud mengatakan, setiap satu suara rakyat yang telah diberikan pada Pemilu April 2019 lalu, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, dunia dan di akhirat. 

Ia meminta, anggota legislatif Partai Aceh dalam mengusulkan dan membuat kebijakan-kebijakan harus sesuai dengan kebutuhan rakyat dan kehendak politik perjuangan Bangsa Aceh. 

“Yaitu realiasasi butir-butir perjanjian antara GAM dan Republik Indonesia, sehingga rakyat Aceh akan semakin sejahtera di masa akan datang,” tekan Wali Nanggroe Aceh itu.

Mantan Perdana Menteri GAM itu menyampaikan, baik buruknya penilaian rakyat terhadap anggota DPRA dan DPRK dari Partai Aceh, akan berdampak pada partai. 

Malik Mahmud mengatakan, meski Partai Aceh (PA) masih menjadi peraih kursi dominan di tingkat kabupaten dan provinsi, namun ia mengakui perolehan kursi partai bentukan mantan GAM itu, makin menurun dari waktu ke waktu.

“Kecuali Kota Sabang, yang pada Pemilu kali ini naik secara signifikan,” sebutnya.

Ia meyakini, banyak faktor yang membuat elektabilitas PA terdekadensi dari waktu ke waktu. Baik internal, maupun eksternal.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengamanahkan agar kedua faktor tersebut dapat dikaji dan dicarikan solusi, untuk kemudian segera ditindaklanjuti,” perintah Malik Mahmud.

Menurutnya, perjuangan Aceh belum selesai, masih banyak poin-poin kesepakatann MoU Helsinki yang belum terealisasi. 

“Perjuangan tersebut masih harus ditempuh dengan penuh komitmen, dedikasi tinggi, integritas dan satu hati, sama seperti saat masa perjuangan sebelum damai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Malik Mahmud juga menyerahkan medali dan penghargaan kepada Ketua DPW Partai Aceh Kota Sabang dan Aceh Barat yang telah berprestasi meningkatkan elektabilitas partai.  

“Kepada DPW daerah-daerah lainnya, saya juga mengucapkan terimakasih, telah berjuang meningkatkan kepercayaan rakyat kepada Partai Aceh,” ucapnya.

Pembukaan bimbingan teknis dan pembekalan anggota DPRA dan DPRK Partai Aceh, periode 2019-2024 ditandai dengan penabuhan rapai oleh Malik Mahmud, Ketua DPA Partai Aceh Muzakir Manaf, Sekjend DPA Partai Aceh Kamaruddin Abu Bakar, Wali Kota Sabang Nazaruddin dan Staf Ahli Pangdam IM Kolonel Kosasih.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *