Tahun Depan BKKBN Aceh Target Predikat Wilayah Bebas Korupsi

oleh -1.202 views
PhotoPictureResizer 191213 102147887 crop 1135x607
Evaluasi kesiapan data dukung Perwakilan BKKBN Aceh, Kamis 12 Desember 2019.

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, menargetkan predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tahun 2020. 

Predikat tersebut merupakan penghargaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), kepada unit kerja di instansi pemerintah yang menyelenggarakan fungsi pelayanan.

Loading...

Tim Inspektorat Pusat, Budi Santoso mengatakan, untuk mencapai predikat WBK dan WBBM, unit kerja terlebih dulu harus membangun zona integritas (ZI). Untuk mendapatkan predikat zona integritas, pimpinan instansi pemerintah dan jajarannya harus memiliki komitmen mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi.

“Khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” terang Budi Santoso saat melakukan evaluasi kesiapan data dukung Perwakilan BKKBN Aceh, Kamis 12 Desember 2019.

Evaluasi yang berlangsung sejak Selasa, 10 Desember 2019 tersebut, untuk mendengarkan masukan tim pengawas terkait kesempurnaan data dukung yang telah disusun BKKBN Aceh.

“Kedatangan kami untuk melihat lebih detail kesiapan bahan dan pendukung yang dilakukan BKKBN Aceh,” ujar Budi, yang ditemani rekannya Aji Witono.

Menurut Budi, dari data lembar kerja evaluasi, BKKBN Aceh telah memenuhi unsur yang disyaratkan. Unsur tersebut meliputi enam aspek, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Berdasarkan pemetaan awal keenam aspek tersebut, BKKBN Aceh memeraih skore 82, meningkat dibanding tahun lalu.

Ia mengatakan, BKKBN Aceh masih memiliki waktu untuk menyempurnakan data dukung, sehingga skor meningkat. Adapun waktu penyempurnaan hingga April 2020.

“Sebelum penilaian final dari tim Kemenpan untuk penetapannya,” ujar Budi.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Aceh Husni Thamrin mengatakan, siap memenuhi masukan tim auditor.

“Nilai atau poin yang pada pemetaan awal masih rendah, akan kita perbaiki menjadi “A”, sehingga capaian akhir dapat meningkatkan skor,” ucap Husni.

Ia mengimbau seluruh jajaran dan komponen BKKBN Aceh, bersinergi mempersiapkan dan menyusun bahan yang disyaratkan.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *