BASAJAN.NET, Takengon- Di tengah kepanikan warga Aceh Tengah menghadapi ancaman kelaparan, praktik penimbunan bahan pokok justru marak terjadi.
Hampir satu bulan bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor mengepung wilayah ini. Bantuan baru menjangkau daerah pelosok dan kawasan terdampak parah, setelah memasuki minggu kedua bencana.
Kondisi tersebut memicu pembelian panik, terutama di kawasan pesisir. Kondisi ini kian menekan Aceh Tengah yang sudah berada dalam situasi darurat. Kepanikan semakin menjadi ketika akses menuju daerah ini terputus.
Fitria Murniati, warga Takengon yang terdampak bencana, mengatakan sembako memang tersedia, tetapi dijual secara terbatas dengan harga tinggi. Penjualan dilakukan di kaki lima, namun bergaya elit.
“Gas, beras premium, minyak goreng, semuanya dijual dari mobil-mobil bagus seperti Fortuner. Soal harga, jangan ditanya, menjerit di lapak elit,” ujar Fitria, Senin, 22 Desember 2025.
Meski pasokan gas elpiji 3 kilogram sudah mulai masuk ke Aceh Tengah, namun harga gas dan kebutuhan pokok lainnya masih tergolong tinggi. Beban ini terasa semakin berat bagi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
“Barang memang ada, tapi tidak ada yang mampu beli. Semua sama-sama susah. Ada yang beli, tapi uangnya bahkan tidak cukup untuk beras,” kata Fahmi, seorang petani yang merasakan langsung dampak krisis ini.
Bantuan Belum Merata

Di sisi lain, distribusi bantuan belum merata dan hanya menjangkau warga di titik-titik bencana. Sementara masyarakat di wilayah lain yang ikut terdampak, luput dari perhatian.
Selama ini, warga terpaksa membeli bahan pokok dari para pelangsir yang membawa barang dari Bireuen melalui jalur KKA, dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Kami hanya membeli kebutuhan yang benar-benar penting sambil menunggu perbaikan jembatan. Rakyat sudah berusaha, semoga usaha itu tidak mengkhianati hasil,” ujar Fahmi dengan nada optimistis.
Ia berharap, jajaran pejabat di Aceh Tengah lebih aktif memperhatikan kondisi masyarakat, terutama memastikan infrastruktur dan jalur distribusi sembako segera pulih agar pasokan kembali normal.
Daftar harga bahan pokok di Aceh Tengah per Minggu, 21 Desember 2025:
- Beras: Rp270–350 ribu
- Minyak goreng: Rp30–32 ribu/liter
- Gula pasir: Rp25 ribu/kg
- Telur: Rp90–110 ribu
- Ikan dencis: Rp90 ribu/kg
- Gas elpiji 3 kg: Rp150–200 ribu
- Pertamax: Rp28–35 ribu/liter
- Solar: Rp30–35 ribu/liter
- Ayam: Rp90–110 ribu/ekor (langka, antrean panjang)
- Tomat: Rp2 ribu/kg
- Kentang: Rp10–12 ribu/kg
- Cabai: Rp13–15 ribu/kg
========================
PENULIS: ULFA KHAIRINA
EDITOR: JUNAIDI MULIENG








