Mafindo Cek Fakata Literasi Informasi Masyarakat Jelang Pemilu 2024

oleh -63 views
Mafindo Cek Fakata Literasi Informasi Masyarakat Jelang Pemilu 2024
Tim peneliti dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) adakan FGD Identifikasi Strategi Literasi Informasi dalam Menangkal Berita Hoax pada Masyarakat Aceh untuk Mewujudkan Pemilu Berkualitas, di Café Meuligoe Agam, Ujong Kalak, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat, 17 November 2023. (BASAJAN.NET/JM).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Guna mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berkualitas, tim peneliti dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melakukan cek fakta literasi informasi dalam menangkal hoax bagi masyarakat di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan dalam bentuk focus group discussion (FGD) dengan tema tersebut, berlangsung pada Jumat, 17 November 2023, di Café Meuligoe Agam, Ujong Kalak. Diikuti perwakilan akademisi, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat, Kesbangpol, guru, wartawan dan tokoh masyarakat.

Ketua Tim Peneliti, Hamdani M. Syam menyampaikan, menjelang Pemilu 2024, hoax meningkat tajam dan dikhawatrikan akan mempengaruhi integritas Pemilu. Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan membentuk polarisasi.

“Terkait hal tersebut, kami ingin mendapatkan pandangan dan masukan, tentang kondisi terkini dan langkah-langkah apa perlu dilakukan dalam menangkal hoax menjelang Pemilu,” terangnya.

Hamdani menjelaskan, hari ini hoax dibagi dalam tiga kelompok, yaitu misinformasi yang memuat informasi tidak benar atau tidak akurat, kemudian disebarkan tanpa maksud mengelabui penerima.

Kemudian disinformasi, informasi salah yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk mengelabui penerima. Terakhir, malinformasi yaitu informasi yang benar berdasarkan penggalan atau keseluruhan fakta obyektif. Hanya saja, penyajiannya dikemas sedemikian rupa agar merugikan pihak lain.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KIP Aceh Barat, Teuku Novian Nukman mengatakan, penyebaran informasi hoax kerap terjadi menjelang Pemilu. Bahkan informasi palsu yang berkembang, sering menyerang tiga unsur, yaitu pelaksana Pemilu, kontestan dan institusi negara.

“Hoax menjadi ancaman serius dalam pelaksanaan Pemilu,” tekannya.

Novian menambahkan, untuk menangkal hoax, dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam meningkatkan pendidikan politik bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan wartawan Aceh Barat, Juli Saidi mengatakan, literasi informasi dan pendidikan politik harus dimulai dari hulu, karena masyarakat menengah ke bawah paling rentan menjadi sasaran penyebaran hoax.

“Masyarakat harus terudakasi tentang pentingnya verifikasi setiap informasi yang diterima,” sambungnya.

FGD tersebut merupakan kegiatan pengumpulan data Penelitian Cekfakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), yang diketuai oleh Hamdani M. Syam, dengan anggota Rizanna Rosemary dan Masrizal.

Penelitian ini dilakukan di lima kabupaten/kota di Aceh, yaitu Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Timur.[]

===========================

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.