Waspada! Jumlah ODP Covid-19 Bertambah di Aceh

oleh -481 views
images 1 compress15
ILUSTRASI: PIXABAY

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Jumlah Orang Dalam Pengasawan (ODP) Covid-19 di Aceh, bertambah. Masyarakat diharap tetap tenang dan lebih waspada.

“Jumlah ODP seluruh Aceh, berdasarkan data pukul 10.00 wib kemarin, sebanyak 65 orang. Hari ini menjadi 84 orang. Namun, belum ada satu pun yang positif Covid-19 di Aceh,” ungkap Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Sabtu, 21 Maret 2020. 

Loading...

Saifullah mengimbau, agar masyarakat Aceh lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19, seperti pengawasan dan meningkatkan jam belajar anak-anak di rumah dalam masa 14 hari, tidak belajar di sekolah.

“Masyarakat tenang dan waspada saja. ODP bukan penderita Covid-19, tapi pernah ke daerah penularan Covid-19 di dalam atau luar negeri dan ada riwayat demam, pilek, dan batuk,” terangnya.

Menurut Saifullah, bertambahnya jumlah ODP menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat yang pernah ke daerah penularan Covid-19 dan melapor kepada petugas fasilitas kesehatan di kabupaten/kota. 

“Kesadaran diri tersebut modal paling efektif pencegahan penularan virus corona bagi orang terdekat dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, mereka dalam status ODP sangat disarankan beristirahat di rumah, tidak ke tempat-tempat orang berkumpul dan tidak mengunakan kenderaan umum bila ke fasilitas kesehatan. 

“Warung kopi, caffe, restoran, dan tempat-tempat umum lainnya harus dihindari,” lanjutnya.

Saifullah mengatakan, untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini sedang menjalani perawatan sebanyak empat orang, yakni tiga di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh dan satu lainnya dirawat di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe. 

Dua PDP di RSUZA memiliki riwayat ke daerah penularan dalam negeri. Satu orang lagi, pernah kontak erat dengan temannya yang positif Covid-19 di Bogor, Jawa Barat.

“Saya tegaskan lagi, yang sedang dirawat itu juga statusnya masih PDP, bukan Covid-19,” tekannya.

Saifullah menyampaikan, untuk sementara waktu, masyarakat Aceh tidak lagi berkumpul di warung kopi, caffe, restoran dan rumah makan, atau tempat umum lainnya, karena memiliki resiko tinggi penularan virus corona.

“Beli makanan atau minuman untuk bawa pulang ke rumah dan cuci tangan dengan sabun sebelum menikmatinya,” anjurnya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *