Ronde Terakhir Melawan Korupsi

oleh -526 views
Suasana Nobar "The EndGame" di Meulaboh yang diadakan Sigeupai Sinema, Sabtu, 12 Juni 2021. (BASAJAN.NET/MELLYAN).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Jumat, 11 Juni 2021 Group WhatsApp Redaksi Basajan.net tiba-tiba riuh. Nurul Fahmi, salah satu anggota grup mengabarkan, permintaan penyelenggaraan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter “The EndGame” telah disetujui Watchdoc.

Tanpa membuang waktu, Junaidi Mulieng selaku Direktur Komunitas Basajan, yang juga membawahi Sigupai Cinema, segera mengarahkan anggota komunitas mempersiapkan kegiatan tersebut.

Mulai dari flyer, sharing jadwal, hingga persiapan tempat dan para partisipan dipersiapkan secepat mungkin. Mengingat jadwal yang didaftarkan ke Watcdoc hanya menyisakan sehari untuk persiapan.

Malam itu, Sabtu, 12 Juni 2021, Rooftop Redaksi Basajan terlihat lebih meriah dari biasanya. Bangku-bangku diatur menghadap ke dinding tempat layar proyektor ditembakkan. Angin bertiup sepoi-sepoi malam itu menggoyangkan bunga dan pepohonan asri di sekeliling Rooftop. Bulan dan bintang malam itu malu-malu menampakkan diri. Udara dingin tak menyurutkan niat menyaksikan film dokumenter “The EndGame”.

Sabun cuci tangan hingga masker juga disediakan, sesuai standar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 sebagaimana ketentuan Watchdoc. Selain itu, posisi antar penonton juga diatur berjarak.

Pukul 20.00 Wib, satu persatu peserta Nobar mulai berdatangan. Mereka langsung memilih tempat favorit masing-masing. Oka, Nana dan Sonya duduk di bangku paling depan. Selain menonton tanpa halangan, kursi itu juga memiliki sandaran. Beberapa lelaki duduk di bangku belakang, sebagian memilih lesehan. Semuanya 16 orang.

Sebelum acara dimulai, Junaidi Mulieng, mengingatkan beberapa aturan Nobar, termasuk untuk tidak merekam secara penuh pemutaran film yang mengarahkan kamera langsung ke layar tancap. Hal itu sebagai bentuk penghargaan kepada film “The EndGame” dan Watchdoc.

“Mengingat ini amanah kita panitia dengan Watchdoc, mohon diindahkan, kalau sekedar suasana kegiatan silahkan,” ujarnya.

Film dimulai, semua peserta mulai senyap. Mereka larut dalam cerita yang ditampilkan film, yang mengisahkan tentang berbagai hal yang terjadi di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk yang paling hangat, mengenai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang ternyata menurut para penyintas tidak seperti TWK biasanya. Padahal beberapa dari mereka telah belajar dengan serius, bahkan ada yang mengambil cuti dan les khusus demi kelancaran mengikuti TWK.

Tidak ada yang menyangka, jika pertanyaan mengenai memilih antara Pancasila dan Alquran, hingga persoalan pribadi seputar pernikahan menjadi pertanyaan TWK untuk para anggota KPK. Hasilnya, seperti yang telah diketahui publik, 75 di antaranya dinyatakan tidak lulus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“The EndGame” menggambarkan semacam adanya grand desain untuk melemahkan KPK. Sekaligus menyingkirkan 75 anggota KPK yang diketahui menangani kasus besar dan dianggap sudah tidak dapat dibina. Padahal, sebelum menjadi anggota KPK mereka telah melewati tahapan khusus dengan sistem yang sangat ketat dan mengikuti berbagai pelatihan.

Suasana Nobar “The EndGame” di Meulaboh yang diadakan Sigeupai Sinema, Sabtu, 12 Juni 2021. (BASAJAN.NET/MELLYAN).

Film yang disutradarai Dandhy Laksono itu, menampilkan flashback beberapa kasus besar yang berhasil dipecahkan KPK juga menjadi bagian dari film “The EndGame”. Para penonton terlihat menyimak dengan serius dan berdecak dengan kasus-kasus besar tersebut. Akhirnya demo Cicak Vs Buaya seketika mencairkan suasana, karena menyitir lagu Cicak di Dinding. Gelak tawa seolah menambah miris suasana.

Pelantikan anggota ASN KPK yang lulus TWK, menjadi babakan dari film “The EndGame”, yang menyertai aktivitas para anggota KPK non aktif mengisi hari-hari mereka. Di antaranya ada yang berjualan online, mengajar mengaji sambil mengurus rumah tangga, hingga menyalurkan hobi melukis. Ada juga yang menonton pelantikan secara langsung melalui handphone dan laptop mereka.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra yang hadir sebagai pemantik diskusi di akhir Nobar, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, yang paling dibutuhkan adalah integritas, kejujuran, serta keberanian untuk menolak segala bentuk korupsi.

“Dari film itu kita menyaksikan bagaimana pelemahan KPK dilakukan,” ujarnya mengambil kesimpulan dari film yang baru saja disaksikan.

Menurutnya, korupsi yang sudah membudaya ini harus dilawan. Pertanyaannya apakah mungkin? Apakah sanggup?

“Ya mungkin saja, mulai dari hal kecil dan diri sendiri. Sanggup kalau kita mau” timpalnya.

Ia mencontohkan, kasus sawit di Aceh dengan nilai kerugian negara mencapai Rp650 miliar. Khusus Aceh Barat, nilainya mencapai Rp20 miliar. Selain itu, Edy menyebutkan, proyek infrastruktur dan pengadaan alat medis menjadi kasus korupsi terbanyak di Aceh.

“Sudah banyak kasus yang kita laporkan, namun lebih banyak yang mengambang tanpa tindak lanjut,” sesalnya.

Edy mencontohkan, untuk Aceh Barat, kasus tambang paling sering terjadi kebocoran anggaran. Ia menduga, hal ini terjadi karena ada pembiaran dari penegakan hukum.

“Hal tersebut tidak mungkin terjadi, bila penegak hukum dapat mencegah kegiatan tambang illegal,” jelasnya.

Terlebih, lanjut Edy, antara pos keamanan dan lokasi penambangan illegal hanya berjarak beberapa kilometer.

“Jadi bagaimana mungkin ratusan ton minyak illegal dapat dilansir tanpa terdeteksi,” terang Edy yang pernah aktif di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Aceh (KontraS Aceh).

Menurutnya, berjuang di daerah maupun di Ibukota, pada dasarnya sama saja. Mulai dari tekanan, hingga ancaman. Baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

“Itu seolah lumrah,” ujarnya tertawa miris.

Di penghujung diskusi, Edy mengajak para pemuda Aceh Barat dan Indonesia secara umum, untuk berjuang bersama menegakkan kebenaran dan memberantas korupsi.

“Tidak perlu takut, kita tidak salah, yang salah yang seharusnya ketakutan,” tutupnya.

Nana Noviana, penonton “The EndGame” menuturkan, film tersebut membuka wawasan generasi muda tentang masalah yang terjadi di tubuh KPK.

“Sangat menarik untuk menjadi pemantik bagi generasi muda berfikir kritis demi perubahan bangsa,” ujar Nana.

Menurutnya, yang menjadikan film “The EndGame” menarik untuk ditonton adalah fakta lapangan yang diangkat langsung anggota KPK yang menjadi korban kebijakan.

Nana berharap, kegiatan serupa dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan di Meulaboh. Tidak hanya Nobar, namun juga berupa diskusi, dan tumbuhnya komunitas generasi muda yang mencintai literasi.

“Sehingga menjadi salah satu kekuatan generasi yang menjanjikan,” harap pendiri Sanggar Mulia Nanggroe ini.

Pendapat serupa juga diutarakan Tasya Alifiah Nabillah, gadis kelahiran 2001 ini begitu terkesima dengan setiap adegan yang ditampilkan film tersebut. Dirinya tidak pernah menyangka kalau pertanyaan TWK menjadi demikian menggelitik.

“Yang paling menarik itu pertanyaan TWK. Di luar ekspektasi, harusnya yang terkait korupsi, atau pertanyaan yang lebih masuk akal dan berhubungan dengan pekerjaan mereka sebagai calon ASN KPK,” ujarnya keheranan.

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh ini berpendapat, secara keseluruhan filmnya sangat bagus dan menarik. Terkait banyak hal yang tidak diketahui publik.

“Filmnya sangat bagus, keren, nilai plusnya banyak, menarik dan menggelitik. Memberikan pandangan bagi mahasiswa mengenai korupsi yang merajalela di negeri ini,” ujar gadis yang akrab disapa Tasya ini.

Menurut Tasya, kegiatan Nobar semacam itu sangat bagus dan bermanfaat, terlebih diadakan malam Minggu.

“Dari pada jalan-jalan tidak jelas, lebih baik diisi dengan hal produktif seperti ini, ada nilai dan manfaatnya,” tutupnya.

“The EndGame” memecah rekor dengan titik nobar terbanyak dalam sejarah Watchdoc, 1.500 titik, hanya dalam sembilan hari penayangan, sejak 5-13 Juni 2021.

Selain di tanah air, “The EndGame” juga tayang di lima negara, seperti Turki, Sudan, Pakistan, Inggris dan Mesir. []

 

 

WARTAWAN: MELLYAN

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.