Guru Bukan Lagi Sumber Belajar Siswa

oleh -340 views
sekolah tatap muka
ILUSTRASI SEKOLAH TATAP MUKA. (FOTO: BASAJAN.NET/DOK. DEWI WAHYUNI).

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Era revolusi industri 4.0 telah terjadi perubahan mendasar di berbagai bidang, tak terkecuali pendidikan. Perkembangan digitalisasi memudahkan siswa untuk belajar dan menggali pengetahuan dengan mudah, tanpa melibatkan guru atau pun orang tua.

Perkembangan teknologi informasi hari ini dianggap sangat membantu pemahaman siswa dalam bidang kognitif dan keterampilannya.

Loading...

“Namun dalam bidang afektif siswa, peran guru tidak dapat digantikan dengan kecanggihan teknologi apa pun,” ujar Dekan Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Jalaluddin.

Hal itu disampaikan Jalaluddin pada yudisium sarjana strata satu (S1), di Aula Mr. Dr. Teuku Muhammad Hasan kampus setempat, Rabu, 26 Agustus 2020.

Ia menyampaikan, kepribadian guru yang baik sebagai teladan sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter siswa.

Menurutnya, fungsi guru di era revolusi industri 4.0 telah mengalami pergeseran dari sebelumnya. Guru hari ini berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai etika, karakter, kebijaksanaan, pengalaman dan empati sosial.

“Karena fungsi tersebut tidak mungkin dilakukan oleh mesin,” tegasnya.

Jalaluddin mengatakan, dari segi peran, guru yang semula sebagai sumber belajar atau pemberi pengetahuan, kini harus mampu menjadi mentor, fasilitator, motivator dan inspirator dalam mengembangkan imajinasi, kreativitas, karakter, serta tim kerja pada generasi muda yang dibutuhkan masa depan.

Ia melanjutkan, terkait hal tersebut, FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM) memiliki tanggung jawab agar mahasiswa mampu memahami nilai-nilai keislaman, melalui program pendidikan karakter sesuai amanah rektor dan wakil rektor bidang akademik

“Kami berharap pengukuhan kelulusan ini, menjadi bekal untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran dengan nilai-nilai keadilan yang Islami sesuai tuntunan al-Quran dan Hadist,” kata Jalaluddin di hadapan 74 peserta yudisium dan sivitas akademik.

Jalaluddin mengatakan, nilai-nilai yang dimiliki para lulusan nantinya akan sangat berguna untuk mendukung prestasi akademik yang didapatkan. Terlebih ke depan, akan mulai diberlakukannya surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

“SKPI ini dikeluarkan untuk menerangkan kemampuan yang dibutuhkan sebagai prasyarat dalam persaingan dunia kerja dilihat dari latar belakang lulusannya,” jelasnya.

Sementara itu Rektor USM, Teuku Abdurrahman berpesan, para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama di bangku kuliah kepada masyarakat.

Menurutnya, menjadi guru bukan berarti harus mengajar dan mendidik anak-anak di sekolah, tapi bisa juga dalam bentuk perubahan-perubahan bagi kemajuan peradaban manusia.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *