Peduli Lingkungan Jurnalis Aceh Barat Adakan Pameran Foto

oleh -689 views
PhotoPictureResizer 191013 220136073 crop 1135x701
FOTO: BASAJAN.NET/ISTIMEWA

BASAJAN.NET, Meulaboh- Wartawan Aceh Barat yang tergabung dalam Jurnalis Peduli Lingkungan (JPL) menggelar pameran foto limbah batu bara. Pameran yang diadakan di kawasan Pantai Cemara Indah, Desa Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Ahad 13 Oktober 2019 tersebut, sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap lingkungan.

Selain memajang 154 foto dalam berbagai ukuran, kegiatan juga dirangkai dengan pembagian hadiah kepada pemenang lomba foto.

Loading...

Dalam siaran pers yang dikirim kepada wartawan, Ketua Panitia Pameran Foto, Azhar Sigege menyampaikan, pameran yang diselenggarakan sehari tersebut sekaligus sebagai bentuk protes terhadap perusahaan pertambangan. 

Ia menilai, perusahaan pertambangan tidak bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan, hingga merusak ekosistem laut. Meski sudah berkali-kali dipublikasikan awak media.

“Pameran ini sengaja kita gelar, mengingat tidak adanya tanggung jawab perusahaan terhadap ceceran batu bara yang mengotori pantai sekitar area aktifitasnya,” ujar Azhar. 

Selain mengkritisi perusahaan pertambangan, kata Azhar, pameran tersebut sekaligus menjadi advokasi semua pihak supaya peduli terhadap lingkungan. Terlebih, sejumlah desa di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, sudah tercemar limbah batu bara. 

“Parahnya lagi, banyak nelayan mengeluh akibat perihal ini karena penangkapan ikan terus menurun,” ungkapnya.

Terkait persoalan tersebut, Azhar meminta agar pemerintah segera berupaya melakukan penanganan atau menurunkan tim dan memanggil pihak perusahaan pertambangan agar bertanggung jawab terhadap kondisi tersebut. 

Sementara itu, Sekjen Koalisi Untuk Advokasi Laut Aceh (KUALA), Rahmi Fajri mengatakan, pencemaran limbah batu bara yang terjadi di Aceh Barat suatu ancaman serius dan harus dilakukan pemulihan segera oleh pihak terkait, agar tidak semakin parah.

Menurutnya, jika terus dibiarkan begitu saja, maka dipastikan ekosistem laut, seperti terumbu karang dan ikan akan hilang. 

“Itu tentu menjadi malapetaka bagi nelayan,” ujarnya.

Fajri menyampaikan, berdasarkan aduan yang diterima pihaknya, banyak nelayan yang mengeluh karena sulitnya mencari ikan. Karenanya, ia meminta Pemerintah Aceh, khususnya gubernur, agar segera memanggil perusahaan pertambangan dan meminta pertanggungjawaban mereka terkait kerusakan lingkungan pantai. 

“Serta memberikan sanksi terhadap perusahaan, sehingga hal yang sama ini tidak terulang lagi,” ucapnya.

Ia berharap, pameran foto yang diadakan jurnalis Aceh Barat dapat menjadi advokasi bagi semua pihak.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *