Bersihkan Rumah Korban Banjir, Mahasiswa UTU Hidupkan Semangat Meuseuraya

oleh -12 views
Bersihkan Rumah Korban Banjir, Mahasiswa UTU Hidupkan Semangat Meuseuraya
Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) tengah mengikuti kegiatan PKM Mahasiswa Berdampak melaksanakan aksi sosial bertajuk “Meuseuraya” di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis, 12 Februari 2026. (BASAJAN.NET/DOK.PKM MAHASISWA UTU).

BASAJAN.NET, Aceh Barat – Pascabanjir yang melanda wilayah Aceh Barat beberapa waktu lalu, puluhan rumah warga di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, masih dipenuhi lumpur dan sisa material banjir. Di tengah proses pemulihan, 50 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) turun langsung membantu warga melalui aksi sosial bertajuk “Meuseuraya”.

Aksi ini merupakan bagian dari program PKM Mahasiswa Berdampak, yang difokuskan pada pembersihan rumah-rumah warga terdampak.

Bersama aparatur gampong dan masyarakat setempat, Kamis, 12 Februari 2026, para mahasiswa bergotong royong membersihkan lumpur, mengangkut sampah, hingga menyelamatkan perabot rumah tangga yang masih bisa digunakan.

Suasana kebersamaan terasa kuat. Warga dan mahasiswa bekerja tanpa sekat, saling membantu menyelesaikan satu rumah ke rumah lainnya.

Meuseuraya” sendiri merupakan istilah dalam bahasa Aceh yang berarti gotong royong. Lebih dari sebatas kerja bersama. Tradisi ini mencerminkan solidaritas sosial yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh, mulai dari kegiatan kenduri, pertanian, hingga penanganan musibah.

Ketua Tim Pengabdian Mahasiswa, Fauzan, mengatakan kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan rumah warga, tetapi juga membangun kembali semangat kolektif di tengah masyarakat.

“Kami ingin, kehadiran mahasiswa benar-benar memberi dampak nyata. Lewat Meuseuraya kami belajar, solidaritas adalah kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi bagian dari upaya memulihkan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Dosen Pendamping Lapangan, Saiful Asra, menyebut kegiatan tersebut menjadi wujud konkret implementasi program PKM Mahasiswa Berdampak. Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

“Nilai Meuseuraya yang diangkat dalam kegiatan ini menunjukkan, pembangunan sosial dimulai dari kepedulian dan kebersamaan. Inilah esensi pengabdian,” katanya.

Keuchik Gampong Jambak, Lainiadi, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang dinilai sangat membantu percepatan pemulihan pascabanjir di desanya.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat berarti bagi warga kami. Semangat Meuseuraya yang mereka tunjukkan, menjadi contoh bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.[]

===================

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.