Peneliti UTU Hasilkan Inovasi Jaring Dua Lapis bagi Nelayan Udang

oleh -26 views
Peneliti UTU Hasilkan Inovasi Jaring Dua Lapis bagi Nelayan Udang Aceh Barat
Peneliti Universitas Teuku Umar (UTU) menghasilkan inovasi jaring insang dua lapis yang membantu nelayan tradisional di Suak Seumaseh, Kecamatan Samatiga, Ahad, 19 Oktober 2025. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Aceh Barat – Peneliti Universitas Teuku Umar (UTU) menghasilkan inovasi jaring insang dua lapis yang membantu nelayan tradisional di Suak Seumaseh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat menggandakan hasil tangkapan udang dogol.

Selama ini, nelayan di pesisir barat Aceh mengandalkan trammel net atau jaring tiga lapis yang mahal dan cepat rusak. Harga pembuatannya menguras modal, sementara efisiensinya rendah.

“Dengan jaring dua lapis ini, biaya bisa ditekan hingga 28 persen, tapi hasil tangkapan justru dua kali lebih banyak,” kata peneliti UTU, Hafinuddin, Ahad, 19 Oktober 2025.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim Pusat Studi Bawah Laut (Sub-Marine Research Centre) UTU. Rancangan jaring dua lapis ini lebih sederhana, mudah digunakan, dan ramah lingkungan karena mengurangi tangkapan sampingan serta limbah plastik di laut.

Panglima Laot Lhok Suak Seumaseh, T. Agus Midi, menyambut baik teknologi baru itu. “Kami bisa melaut dengan modal lebih ringan, tapi hasil lebih bagus. Ini sangat membantu nelayan kecil,” ujarnya.

Program penerapan jaring dua lapis berlangsung sejak 27 September hingga November 2025, melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Penugasan Pusat Riset (PKMPPR) yang didanai dari hibah internal UTU.

Menurut Ketua Pusat Studi Bawah Laut UTU, Ismail Sulaiman, inovasi ini menjadi wujud nyata kontribusi kampus terhadap masyarakat pesisir. “Kami ingin hasil riset hadir di lapangan dan memberi manfaat langsung bagi nelayan,” katanya.

Riset tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju teknologi tangkap berkelanjutan di Aceh Barat. Dengan harga udang dogol yang mencapai Rp110–120 ribu per kilogram, efisiensi alat tangkap menjadi kunci menjaga ekonomi nelayan tetap hidup tanpa merusak ekosistem laut.[]

====================

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.