Milenial Simak Kunci Sukses Ala Sherly

oleh -923 views
WhatsApp Image 2019 12 17 at 19.04.59
Milenial Influencer, Sherly Annavita Rahmi, saat berbagi motivasi di Universitas Teuku Umar, Senin, 16 Desember 2019. (BASAJAN.NET/MARIANI)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Untuk meraih sukses di era industri 4.0, generasi milenial setidaknya harus memiliki dua kecenderungan (tren) dalam hidup, yaitu kolaborasi dan komuniti. Dua hal ini sangat menentukan dalam pengembangan seseorang di masa depan.

Bergerak sendiri, di saat jatuh juga sendiri. Berbeda dengan mereka yang bergerak dalam komunitas, akan banyak dukungan yang didapat.

Loading...

“Jika pun terjatuh, masih ada yang menolong untuk bangkit,” ujar Sherly Annavita Rahmi, saat berbagi motivasi di Universitas Teuku Umar, Senin, 16 Desember 2019.

“Apapun yang bisa kita lakukan selama kita berkalaborasi, maka ambil bagian,” sambungnya.

Dara kelahiran Lhokseumawe itu menyampaikan, berbicara tentang milenial, berarti berbicara industri 4.0, sekaligus teknologi yang ada.

“Berapa lama kita habiskan waktu untuk bermain internet? Apa yang kita lakukan? Adakah bermanfaat untuk diri kita?” tanya Sherly kepada para peserta.

Menurut lulusan Swinburne University of Technology Australia ini, perubahan takkan terjadi tanpa akumulasi hal-hal kecil. Partikel terkecil perubahan, ada pada diri setiap orang.

“Di maindset (pikiran) kita sendiri,” tekannya.

Pendiri Sherly Enlightment Academy (SEA) Indonesia ini mengatakan, ada dua teori perubahan di dunia ini, revolusi dan evolusi. Pertama revolusi cepat, anak muda bisanya cepat berubah, cepat memulai, cepat tau salah dan cepat memperbaiki.

“Lalu apa yang ditakutkan, gagal? Apa yang kita takutkan, pelajari dan taklukkan,” ujar milenial influencer itu penuh semangat.

Kedua evolusi, perubahan secara perlahan dan butuh waktu. Menurutnya, kesuksesan seseorang atau kelompok turut ditentukan oleh tingkat kecerdasan, daya tahan juang yang tinggi dan konsisten.

“Kita adalah apa yang kita baca. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan dengan siapa kita diskusi,” ucap kreator Youtube itu, diikuti tepuk tangan peserta.

Sherly menyampaikan, untuk mendapatkan segala sesuatu, seseorang harus berani melakukan sesuatu yang baru. Berusaha dengan cara-cara luarbiasa dan di atas rata-rata, sehingga hasilnya pun akan luarbiasa.

“Kegilaan melakukan hal yang sama berulang kali, untuk mendapatkan satu hal berbeda. Untuk lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini,” semangatnya.

Di akhir motivasinya, Sherly mengajak seluruh peserta untuk berani bersikap, memiliki optimisme tinggi dan keyakinan dalam mewujudkan perubahan.

“Jangan jadi anak muda pengecut. Hidup cuma sekali, ayo kita hidup yang bearti. Akan ada yang berubah, akan ada yang bertahan. Tapi satu yang pasti, harapan, keyakinan dan cita-cita harus terus di perjuangkan,” lantangnya.

 

Peluncuran Komunitas Riset

Kegiatan yang diadakan Komunitas Riset Ilmiah dan Penalaran Universitas Teuku Umar tersebut, diikuti 170 peserta. Terdiri dari mahasiswa, dosen dan guru.

Ketua panitia, Ibnu Maja mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menandakan peluncuran Komunitas Riset Ilmiah dan Penalaran Universitas Teuku Umar, yang bergerak di bidang literasi dan penalaran.

“Komunitas ini juga akan menjadi ruang bimbingan untuk mahasiswa yang mengikuti perlombaan,” katanya.

Ia berharap, kehadiran Komunitas Riset Ilmiah dan Penalaran dapat menjadi tempat berproses bagi mahasiswa Universitas Teuku Umar, dalam membentuk pribadi aktif dan kritis.

“Semoga nantinya, komunitas ini menjadi unit kegiatan mahasiswa,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teuku Umar Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mursyidin, menyambut baik kegiatan yang dilakukan Komunitas Riset Ilmiah dan Penalaran. Menurutnya, hal tersebut sangat berguna untuk pengembangan skill mahasiswa di bidang penulisan dan riset.

“Menulis dan riset menjadi satu kegiatan yang sangat diperlukan dalam pengembangan karya mahasiswa,” ujarnya.

Mursyidin mengatakan, keaktifan Komunitas Riset Ilmiah dan Penalaran dengan berbagai kegiatan, akan menjadi pertimbangan untuk dibentuk menjadi unit kegiatan mahasiswa di Universitas Teuku Umar (UTU).

“Saya berharap, kegiatan yang bersifat pengembangan kreativitas mahasiswa, terus di jalankan. Sehingga menjadi penyemangat mahasiswa dalam mengembangkan kreativitasnya,” pesannya.[]

 

WARTAWAN: MARIANI

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *