IGRA Aceh Barat Tingkatkan Mutu Guru

oleh -1.079 views
IMG 20191222 204412
Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, Khairu Azhar foto bersama Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Aceh Barat usai pembukaan Pelatihan Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Pendidik pada Raudhatul Athfal Kabupaten Aceh Barat, Sabtu 21 Desember 2019. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Aceh Barat, mengadakan pelatihan kompetensi guru dan tenaga kependidikan Raudhatul Athfal. Kegiatan berlangsung di aula Yayasan Pendidikan Al-Azhar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Ahad, 22 Desember 2019.

Ketua IGRA Aceh Barat, Isramiwati mengatakan, pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan guru Raudhatul Athfal dalam menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, sesuai modul yang dipelajari dan diterapkan di dalam proses belajar mengajar.

Loading...

Ia menjelaskan, guru Raudhatul Athfal harus memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didik. Menjadi contoh keteladanan, ketangguhan, optimisme, dan menciptakan keceriaan bagi peserta didik, serta memiliki kemauan belajar untuk pengembangan diri.

“Saat ini mutu pendidikan, terutama pendidikan formal, belum berhasil membuktikan kualitasnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,”ujar Isramiwati.

Ia menyebutkan, ada tiga komponen pendukung yang menentukan keberhasilan pendidikan, yaitu sekolah dan pemerintah, orangtua dan lingkungan masyarakat.

“Jika di salah satu komponen tersebut tidak mendukung, maka peningkatan mutu pendidikan akan terganggu,” terangnya.

Pelatihan yang berlangsung sejak Sabtu, 21 Desember 2019 itu, dibuka langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar.

Khairul Azhar mengapresiasikan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan mutu guru menjadi keinginan semua pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pendidikan di Kabupaten Aceh Barat.

“Kemampuan guru saat ini masih rendah. Hal tersebut terlihat dari nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) yang masih tergolong rendah,” ujarnya.

Khairul menyebutkan, di Aceh, dari seluruh guru yang ikut UKG, hanya 50 persen yang mempunyai nilai rata-rata di atas 60. Dari 50 persen tersebut, hanya 20 persen yang mempunyai nilai 70.

Berdasarkan data tersebut, lanjut Khairul, peningkatan mutu guru harus terus ditingkatkan dengan berbagai upaya. Selain itu, guru Raudhatul Athfal juga harus mampu menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Sekarang kita mengajar anak milenial, jadi kita juga harus mengajarkan dengan cara milenial pula dan up to date,” tambah Khairul.

Ia menyampaikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan nilai akreditasi, tahun 2020 Raudhatul Athfal akan dijadikan binaan pengawas madrasah dalam melakukan pembinaan.[]

 

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL
EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *