Unsyiah-UTU Kolaborasi Tingkatkan Mutu Olahan Hasil Laut Kuala Bubon

oleh -177 views
Unsyiah-UTU Kolaborasi Tingkatkan Mutu Olahan Hasil Laut Kuala Bubon
Ketua pelaksana PKW, Diswandi Nurba memberikan pembinaan bagi masyarakat pelaku usaha mikro di Kuala Bubon, pada program kemitraan wilayah lanjutan, Rabu, 12 Agustus 2020. (BASAJAN.NET/NURUL FAHMI).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Guna mewujudkan Gampong Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat sebagai sentral produksi hasil laut, masyarakat di daerah itu mendapatkan pembekalan penggunaan vertical dryer (mesin pengering), standar mutu dan ekspansi pasar terhadap produk olahan.

Sosialisasi dan pembekalan yang berlangsung di Balai Desa Kuala Bubon, Rabu, 12 Agustus 2020 itu, merupakan Program Kemitraan Wilayah (PKW) antara Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Teuku Umar (UTU) dan Dinas Perdagangan Aceh Barat. Program itu sebagai bentuk pembinaan bagi masyarakat pelaku usaha mikro olahan hasil laut.

Loading...

Ketua pelaksana PKW, Diswandi Nurba mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian program tahun ke-2 pelaksanaan PKW di Kuala Bubon yang dilaksanakan Teknik Pertanian Unsyiah bersama UTU dan Dinas Perdagangan Aceh Barat.

“Ke depan, Kuala Bubon harus menjadi sentral produksi hasil laut berbasis ekonomi kerakyatan di Barat Selatan Aceh,” ujarnya.

Diswandi menyampaikan, tahun lalu, pelaksanaan program lebih fokus pada aplikasi vertical dryer (mesin pengering) untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produksi.

Baca berita terkait: Kuala Bubon Akan Jadi Sentra Pengolahan Ikan Berbasis Teknologi

“Tahun ini, dilanjutkan dengan manajemen usaha dan standar mutu hasil olahan masyarakat,” terangnya.

Diswandi menuturkan, pihaknya mencoba memenuhi standar mutu yang ada agar hasil olahan pengusaha mikro di Kuala Bubon dapat mengantongi izin edar SPP-IRT dan sertifikat halal.

“Hal tersebut penting dilakukan, apalagi pertumbuhan supermarket dan mall di Aceh cukup signifikan dan budaya belanja masyarakat juga bergeser ke sana,” ujarnya.

Ia berpendapat, agar produk-produk olahan Kuala Bubon tidak tersisihkan dalam persaingan pasar, perlu dilakukan perbaikan mutu dan kemasan produk. Sehingga produk-produk yang ada, unggul di pasar modern maupun di pasar tradisional.

Terkait keterlibatan UTU dan Dinas Perdagangan Aceh Barat, Diswandi menjelaskan, PKW sejalan dengan program pengabdian kampus dan RPJMD.

Menurutnya, ada dua target RPJMD Aceh Barat yang bisa dicapai melalui kegiatan ini. Pertama, pemanfaatan sumber daya alam daerah sebagai basis pembangunan ekonomi kerakyatan. Kedua, terwujudnya zona ketahanan pangan di bidang perikanan tangkap dan hasil olahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Aceh Barat yang diwakili Kepala Bidang Industri, Arisman mengatakan, pihaknya akan mendukung pelaksanaan PKW yang dimotori Teknik Pertanian Unsyiah tersebut.

Ia berjanji, tahun depan akan diusulkan kembali dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK), untuk penambahan unit-unit mesin pengering yang telah dikenalkan Unsyiah.

“Tahun ini, dikarenakan dalam kondisi pandemi Covid-19, kami belum bisa membantu maksimal,” ujarnya.

Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar (UTU), Mursyidin menyampaikan apresiasi kepada Tim PKW Unsyiah. Menurutnya, UTU dengan segala fasilitas dan sumber daya manusia yang ada, akan terus mendukung PKW Teknik Pertanian Unsyiah di Kuala Bubon.

“Inkubator Bisnis Terpadu (IBT-UTU) akan turut membina usaha-usaha kecil di Kuala Bubon, setelah program PKW ini nantinya,” kata Mursyidin.[]

 

 

EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *