Pustakawan UTU Dilatih Pengelolaan Repositori

oleh -197 views
Pustakawan UTU dilatih Pengelolaan Repositori
Pustakawan UTU mengikuti pelatihan pengelolaan repositori institusi, Rabu, 2 September 2020, di aula perpustakaan setempat. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Meulaboh Pustakawan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, dilatih pengelolaan repositori institusi, Rabu, 2 September 2020, di ruang perpustakaan kampus setempat.

Kegiatan yang diselenggarakan Perpustakaan UTU bersama Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu, diikuti puluhan peserta dari Pustakawan, pengelola Perpustakaan dan mahasiswa. Pelatihan diisi oleh Arkin dan Rahmad Syah Putra dari Aceh Library Consultant.

Loading...

Kepala UPT Perpustakaan UTU, Najamuddin mengatakan, pelatihan itu bertujuan untuk pengembangan pengetahuan pustakawan dan pengelola perpustakaan UTU dalam mengelola repositori institusi yang sudah dibangun sejak 2017 lalu.

“Semoga kehadiran repositori UTU ini, akan semakin memudahkan perpustakaan untuk mengelola karya ilmiah dosen maupun mahasiswa,” kata Najamuddin.

Najamuddin menyampaikan, karya ilmiah sivitas akademika termasuk tugas akhir, skripsi dan dokumen akademik dosen dan mahasiswa lainnya, memiliki nilai tinggi untuk peningkatan mutu pendidikan dan penelitian, serta untuk penunjang akreditasi institusi.

Ia menambahkan, sejak dibangun tiga tahun lalu, pemanfaatan repositori UTU belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sivitas akademika.

Pemateri pelatihan tersebut, Arkin dari Aceh Library Consultant (ALC) menyampaikan, kumpulan dokumen akademik dosen dan mahasiswa baik berupa skripsi, laporan penelitian, buku ajar, prosiding, jurnal, rekaman pidato rektor, serta karya akademik lainnya, perlu di simpan secara digital pada repositori.

“Sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan penelusuran dan memanfaatkan karya akademik tersebut,” terangnya.

Selain itu, lanjut Arkin, dengan adanya repositori akan memudahkan pihak perpustakaan dalam melakukan pengelolaan. Mahasiswa tidak perlu lagi menyerahkan hardcopy skripsi, cukup dengan softcopy yang di upload secara online di repositori.

“Sebagaimana peraturan Menristekdikti, setiap lulusan program sarjana dan program sarjana terapan yang menyusun skripsi atau laporan tugas akhir, harus mengunggahnya ke repositori perguruan tinggi,” ujarnya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *