Pemerintah Aceh dan Unsyiah Kolaborasi Bangun Desa Wisata Nilam

oleh -386 views
IMG 20200205 WA0017
Rapat kolaborasi antara Pemerintah Aceh, CUACI, ARC Unsyiah, Alumni Australia Aceh dan Task Force Desa Wisata Nilam, membicarakan Desa Wisata Nilam Ranto Sabon Aceh Jaya, di Ruang Balai Senat Biro Rektor Unsyiah, Rabu, 5 Februari 2020. Turut hadir Wakil ketua tim pengerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati. (BASAJAN.NET/HUMAS ACEH)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Pemerintah Aceh berkolaborasi dengan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC Unsyiah) dan elemen lainnya, untuk mengembangkan desa wisata nilam yang telah dibangun di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sam­poiniet, Kabu­paten Aceh Jaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar, pada tahun 2020 telah menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung beroperasinya desa wisata nilam.

Loading...

“Melalui program ini, nanti masyarakat desa setempat akan diedukasi, agar mereka menjadi masyarakat sadar wisata. Baik untuk menjaga kebersihan desa, melayani pengunjung dan juga bersikap ramah,” kata Jamal dalam rapat pembahasan Desa Wisata dan Inovasi Nilam Ranto Sabon, di Ruang Balai Senat Biro Rektor Unsyiah, Rabu, 5 Februari 2020.

Jamal menyampaikan, tersedianya SDM mumpuni di bidang pariwisata merupakan komponen penting suksesnya desa wisata. Jika desa wisata nilam itu sukses, ia yakin, ekonomi masyarakat setempat juga akan meningkat.

“Masyarakat sadar wisata ini penting, agar sarana dan prasarana pariwisata yang kita bangun nanti dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Task Force Desa Wisata Nilam, Dyah Erti Idawati. Menurutnya, SDM pariwisata merupakan elemen penting untuk mendongkrak kemajuan desa wisata nilam di Aceh Jaya itu. Ia sangat mendukung program yang akan dijalankan oleh Disbudpar itu.

Selain itu, infrastruktur yang memadai juga dibutuhkan untuk membangun kemajuan desa wisata. 

“Untuk membangun infrastruktur ini, mungkin kita bisa manfaatkan dana dari beberapa sektor, baik dari dana CSR, dana desa maupun program dari pemkab setempat,” ujar istri Plt Gubernur Aceh itu.

Sementara itu, Ketua ARC Unsyiah, Syaifullah Muhammad mengatakan, ada sejumlah perkembangan yang sudah dilakukan pihaknya di lokasi Desa Wisata Nilam Ranto Sabon. Diantaranya, membuat pembibitan nilam, pabrik penyulingan juga sudah dibangun dan pondok kerja untuk masyarakat.

“Saat ini kita juga sedang membangun tanaman percontohan,” kata Syaifullah.

Selain ARC Unsyiah, Bank Indonesia juga ikut berkontribusi membangun desa wisata tersebut. Melalui program Bank Indonesia, kata Syaifullah, kini masyarakat setempat juga mulai memperluas penanaman nilam sampai tiga hektar. Program tersebut akan tetap berlanjut di tahun ini.

“Hari ini kita berhimpun dari berbagai elemen, baik dari Pemerintah Aceh, ARC Unsyiah, Alumni Australia Aceh, task force, dan Curtin University Alumni Chapter Indonesia (CUACI), di mana tujuan nya sama, untuk mengembangkan desa wisata nilam ini,” sebutnya.

Syaifullah mengatakan, Curtin University Alumni Chapter Indonesia juga telah mengusulkan dua proposal kepada Alumni Grant Scheme Australia untuk pengembangan desa wisata nilam di Aceh Jaya.

Untuk tahapan lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, kecamatan maupun desa, untuk membicarakan program di tahun 2020.

ARC Unsyiah akan terus bekerja keras mencari pendanaan untuk pembangunan desa wisata nilam itu, terutama untuk pembangunan infrastruktur. Untuk itu, ia minta dukungan dari semua pihak.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *