BASAJAN.NET, Meulaboh- Kamu pelajar Aceh? Hobi film dan punya ide cerita untuk difilmkan? Tidak salahnya kamu mencoba mendaftarkan diri pada ajang ADJ 2021. Siapa tahu, ide ceritamu lolos dan difilmkan di bawah bimbingan para mentor profesional.
ADJ merupakan singkatan dari Aceh Documentary Junior. Tahun ini, kembali mengajak para pelajar Aceh untuk mengirimkan ide film terbaik mereka, tentang isu-isu kearifan lokal.
Untuk sosisasi dan memberikan pemahaman kepada para pelajar, ADJ 2021 melakukan roadshow pada 35 SMA/sederajat yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Aceh.
Daerah tujuan roadshow adalah Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Selatan dan Aceh Barat.
Adapun panitia roadshow adalah komunitas film/seni dan alumni Aceh Documentary yang berada di daerah masing-masing. Kegiatan diadakan dengan mengikuti protokoler kesehatan covid-19.
Pendaftaran ADJ 2021 telah dimulai sejak 18 Januari 2021, dan akan ditutup pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 23.00 WIB. Secara keseluruhan, program ADJ akan berlangsung sekitar empat bulan, mulai dari penerimaan ide cerita, basic training, present forum, in-house training, produksi dan editing.
Manager Program ADJ 2021, Iqbal Faruqi mengatakan, pada saat present forum, dewan juri akan memilih lima ide cerita terbaik untuk diproduksi. Dari lima film tersebut, akan dipilih film terbaik pada malam award night di akhir tahun nanti.
Iqbal menyampaikan, calon sutradara ADJ 2021 tidak mesti mereka yang sudah paham film. Para pelajar cukup mengirimkan ide cerita yang menarik, berdasarkan riset yang kuat.
Untuk informasi lebih lanjut terkait ADJ 2021, dapat dibaca pada Term of Reference yang tersedia di laman website Aceh Documentary, serta mengunduh form pendaftaran yang tersedia di website (Klik di sini).
Kepala Departemen Program Aceh Documentary, Azhari berharap, ide cerita yang dikirim dapat mewakili kegelisahan para pelajar dengan keadaan yang terjadi saat ini.
“Tentu menarik melihat dari sudut pandang pelajar. Bagaimana respon mereka terhadap isu di sekitar mereka, terutama perubahan akibat pandemi yang terjadi saat ini,” terangnya.
Azhari yakin, ide-ide para pelajar jauh lebih idealis daripada orang dewasa, karena mereka mempunyai sudut pandang tersendiri dalam melihatnya.
“Semoga film-film yang diproduksi tahun ini dapat membawa harum nama Aceh di tingkat Nasional maupun Internasional,” harap Azhari. []
WARTAWAN : MARIANI
EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL






