MAN 3 Pidie Jaya Kembangkan Otomasi Perpustakaan

oleh -1.267 views
Para relawan ALC sedang sibuk melakukan proses penempelan barcode dan entri koleksi
Para relawan ALC melakukan proses penempelan barcode dan entri koleksi Perpustakaan MAN 3 Pidie Jaya, Minggu 17 November 2019. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Banda Aceh– Guna mewujudkan program pengembangan sistem otomasi perpustakaan berbasis web, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pidie Jaya melakukan otomasi sistem perpustakaan.

Terobosan baru tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Aceh Library Consultant (ALC) dan Prodi Ilmu Perpustakaan. Kegiatan berlangsung sejak 17-19 Nopember 2019.

Loading...

Koordinator pelaksana bedah Perpustakaan MAN 3 Pidie Jaya, Muhammad Zulkifli menjelaskan, selama dua hari pihaknya fokus pada integrasi koleksi dari manual ke sistem otomasi dengan menggunakan aplikasi SchILS. Aplikasi otomasi perpustakaan berbasis SLiMS yang khusus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sekolah.

“Kita melakukan pengolahan seluruh koleksi. Mulai dari entri, penempelan label, barcode dan pembuatan kartu perpustakaan,” jelas Zulkfili melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi Basajan.net, Senin 18 November 2019. 

Selain itu, pihaknya juga membekali para pengelola perpustakaan, serta pendampingan untuk pengembangan perpustakaan ke depan.

Kepala Perpustakaan MAN 3 Pidie Jaya, Darmawati mengatakan, perpustakaan merupakan jantung sekolah yang menjadi sumber belajar dan referensi bagi siswa dalam proses belajar mengajar. Karena itu, sudah sepatutnya dibutuhkan terobosan dengan melakukan otomasi, guna meningkatkan layanan serta kemudahan akses informasi.

Ia menyampaikan, meski belum maksimal, namun setidaknya terobosan tersebut dapat membantu temu kembali informasi, serta kemudahan akses buku yang menjadi rujukan setiap siswa dalam proses belajar mengajar.

“Ke depan, untuk mencari koleksi buku tidak perlu lagi datang ke rak, cukup dengan search di OPAC, semua sudah diarahkan oleh sistem,” ujarnya.

Saat ini, perpustakaan MAN 3 Pidie Jaya memiliki sepuluh ribu lebih koleksi buku yang harus dilakukan pengolahan. Mulai dari entri, penempelan label dan barcode untuk mendukung proses belajar mengajar. 

“Alhamdulillah kehadiran relawan ALC sangat membantu untuk proses integrasi dari manual ke otomasi,” kata Darmawati.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *