Kemenag Sayangkan Temuan Buku Pendangkalan Akidah di Aceh Barat

oleh -90 views
Kemenag Sayangkan Temuan Buku Pendangkalan Akidah di Aceh Barat
Focus Group Discussion (FGD) FGD yang melibatkan berbagai unsur di Aceh Barat itu, dilakukan untuk penyelesaian kasus penyebaran buku pendangkalan akidah di Aceh Barat, Rabu, 15 September 2021. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat menemukan adanya penyebaran buku pendangkalan akidah di masyarakat. Hal itu sebagaimana terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Rabu, 15 September 2021.

FGD yang melibatkan berbagai unsur di Aceh Barat itu, dilakukan untuk menyelesaikan kasus penyebaran buku pendangkalan akidah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, hal itu dapat memecah belah dan mengganggu kerukunan umat beragama yang telah terjalin dengan baik selama ini.

Khairul menjelaskan, pada Senin, 13 September 2021, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penyebaran buku pendakalan akidah di Aceh Barat. Setelah mendapatkan laporan, penyuluh agama Islam bersama Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Barat, turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi dan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Dari penelusuran tersebut, didapati beberapa buku yang mengandung penistaan dan pendangkalan akidah dari para pedagang, tukang sapu, dan tukang parkir di sekitar pasar Bina Usaha Meulaboh,” ungkap Khairul, Kamis, 16 September 2021.

Lebih lanjut Khairul menjelaskan, dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan berbagai unsur melalui FGD, ditemukan adanya indikasi pemahaman aliran sesat yang terkandung di dalam buku tersebut.

“Sebab tidak sesuai dengan pemahaman ajaran agama mana pun yang ada di Indonesia,” tekannya.

Khairul mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta tidak melakukan hal-hal yang anarkis yang melanggar hukum.

“Terus pantau, awasi, dan laporkan kepada penegak hukum jika terdapat upaya-upaya yang mencurigakan terkait permasalahan tersebut,” pintanya. Khairul berharap, pihak kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.

Selain itu, ia menyampaikan, untuk menangkal kasus serupa, perlu adanya proteksi dari seluruh komponen. Memperkuat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan unsur lainnya, serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan keagamaan, penguatan keyakinan terhadap agama, peningkatan pemahaman nilai-nilai pancasila, serta saling menghargai dan menghormati perbedaan.

“Jaga kebersamaan umat dan hindari permusuhan,” pesannya.

Tingkatkan Kewaspadaan

Ketua MPU Aceh Barat, Abdurrani Adian mengimbau kepada masyarakat untuk memaknai hal tersebut secara positif. Untuk mencegah kasus serupa, pihaknya juga menginstruksikan kepada MPU seluruh kecamatan agar waspada dan berhati-hati menerima buku-buku tersebut.

Sementara itu, pengurus FKUB Aceh Barat unsur Kristen Protestan, Pendeta L Ferdinand menyampaikan, jika dilihat dari judul-judul buku yang ditemukan tersebut, adanya upaya penyesatan dari aliran sesat.

“Inilah yang menggoncangkan kita, khususnya di Aceh,” sesalnya.

Ferdinand mengatakan, pihaknya juga akan berperan untuk mencari kebenaran dan mengatasi permasalahan tersebut agar tidak terjadi kembali. 

“Hampir sepuluh tahun saya di Meulaboh, baru kali ini ada masalah seperti ini,” ungkapnya.

FGD) tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kemenag Aceh Barat, Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Kejaksaan Negeri Meulaboh, Badan Kesbangpol, Dinas Syariat Islam, Ketua MPU, Ketua MAA, Ketua FKUB, tokoh lintas agama, organisasi masyarakat Islam, dan unsur-unsur terkait lainnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.