BKKBN Verifikasi Sembilan Ribu Berkas CPNS

oleh -1.027 views
PhotoPictureResizer 191205 140155573 crop 1280x731
Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN Pusat Nofrijal. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Jakarta- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), memverifikasi 9.112 berkas pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 yang telah dikirim secara online.

Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN Nofrijal, menyampaikan, verifikasi harus dilakukan dengan cermat. Misal, dalam hal akredetasi jurusan atau perguruan tinggi, jangan sampai ada pendaftar yang masuk katagori cumlaude, namun tidak berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi yang diharuskan.

Loading...

“Maka kecermatan menjadi tugas verifikator,” kata Nofrijal, pada pertemuan dengan pengelola kepegawaian, Rabu 4 Desember 2019, di hotel Ciputra Cibubur Bekasi. Pertemuan tersebut berlangsung hingga Sabtu, 7 Desember 2019.

Dalam rilis kepada awak media, Nofrijal mengatakan, verifikasi menjadi salah satu upaya pemerintah melahirkan ASN berkualitas, sejak dari perekrutan CPNS, dengan sistem akuntabel dan transparan.

Ia menambahkan, bila dilihat dari kuota CPNS BKKBN tahun ini yang berjumlah 282 formasi, hal tersebut tidak sebanding dengan tugas BKKBN. 

“Apalagi sebanyak 800 PNS sudah pensiun,” sebutnya.

Meski begitu, lanjut Nofrijal, pihaknya terus berupaya menjadi salah satu instansi terdepan dalam peningkatan kinerja aparatur dan reformasi birokrasi. Karenanya ia berharap, rekrutmen CPNS tahun ini dapat menghasilkan lulusan yang berintegritas dan berkinerja baik.

Ia menyebutkan, tahun lalu BKKBN mendapat 842 formasi, namun yang terisi dan ditetapkan sebagai CPNS bertugas di seluruh perwakilan BKKBN di Indonesia, hanya 826 formasi.

“Semoga formasi CPNS yang diberikan Kemenpan RB tahun ini dapat terisi dengan lengkap,” harapnya.

Sementara itu, Kabag Penempatan dan Mutasi Puji Prihatiningsih dalam laporannya menyebutkan, pertemuan tersebut diikuti 134 peserta dari 26 provinsi perwakilan BKKBN di Indonesia. Pertemuan tersebut bertujuan menciptakan persamaan persepsi dan melakukan verifikasi berkas pelamar sesuai jabatan dengan cermat.

Ia berharap, berkumpulnya pengelola kegiatan dari setiap provinsi, dapat memilah pendaftar yang memenuhi ketentuan, untuk selanjutnya mengikuti ujian online (CAT) dimasing masing daerah.

Puji menyebutkan, hingga batas akhir pendaftaran pada 27 November lalu, tercatat tiga provinsi terbanyak pelamar yaitu, Jawa Tengah 1.644 pendaftar, Jawa Barat 1.337 pendaftar dan Jawa Timur 1.087 pendaftar.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *