BASAJAN.NET, Lhoksukon- Relawan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK), memberikan layanan trauma healing dan pendampingan psikologis kepada anak-anak korban banjir bandang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada 22–23 Desember 2025.
Kegiatan ini melibatkan 18 relawan yang tergabung dalam Satgas Senyap USK, terdiri dari dosen Program Studi Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP USK, serta mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, dan Pemerintahan.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, Maimun mengatakan, kondisi kerusakan di wilayah ini sangat parah. Sebagian besar rumah warga hancur dan tidak lagi layak huni sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut pada 26 November 2025.
“Banyak keluarga, khususnya anak-anak, masih berada dalam kondisi rentan secara fisik dan psikologis,” ujar Maimun, Rabu, 24 Desember 2025.
Maimun menyampaikan, tim relawan memfokuskan pendampingan psikososial, karena anak-anak mengalami dampak psikologis pascabencana.
Trauma healing dilakukan di pengungsian dengan menghadirkan praktisi dari Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia.
Bahagia, praktisi Hipnotis Indonesia menuturkan, terapi diberikan dengan pendekatan psikologis yang ramah anak untuk membantu memulihkan kondisi mental, serta mengurangi rasa takut dan kecemasan akibat banjir bandang.
Tim relawan melaksanakan kegiatan trauma healing bersamaan dengan penyaluran bantuan logistik sebagai bentuk dukungan dasar bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi bahan pangan, air minum, pakaian anak dan dewasa, selimut, obat-obatan, makanan anak, tandon air plastik, serta tenda darurat.
Tim relawan memfokuskan penyaluran bantuan dan layanan pendampingan pada tiga gampong di Kecamatan Langkahan, yaitu Gampong Leubok Mane, Matang Teungoh, dan Paya Meuria.[]
==================
EDITOR: JUNAIDI MULIENG








