Aceh Ingin Bentuk Konservasi Badak Sumatera

oleh -1.168 views
PhotoPictureResizer 191128 224411213 crop 1280x683
Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar memberikan makan Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Kamis 28 November 2019. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Lampung-  Untuk melindungi populasi badak Sumatera, Aceh ingin melakukan pembangunan dan pengelolaan suaka (Sanctuary) badak, seperti yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung.

Keinginan tersebut disampaikan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar kala menghadiri undangan Kunjungan Kerja Forum Konservasi Leuser ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Kamis 28 November 2019. 

Loading...

Rombongan Wali Nanggroe disambut langsung Kepala Taman Nasional Way Kambas, Subakir, Direktur Sumatera WWF Indonesia, Suhandri dan Direktur Yayasan Badak Indonesia (YABI), Kurnia.

Malik Mahmud menyampaikan rasa bangganya bisa bertemu dengan para punggawa hutan dan satwa, serta para aktivis lingkungan. 

“Kami ingin belajar banyak tentang konservasi badak, karena di Aceh masih punya habitat satwa langka Badak Sumatera,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Malik Mahmud, Kabupaten Aceh Timur telah bersedia menyediakan lahan untuk Konservasi Badak Sumatera.

Ia menjelaskan, secara regulasi, Aceh telah memiliki Qanun Perlindungan Satwa. Selain itu, saat ini juga sedang dibahas Rancangan Qanun Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Aceh. Qanun tersebut nantinya akan menjadi pedoman pengelolaan lingkungan hidup berbasis carrying capacity 30 tahun ke depan.

Menurutnya, Aceh memiliki rule model tersendiri dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan, termasuk perlindungan satwa dan tumbuhan. Karenanya, tidaklah berlebihan bila nantinya Lembaga Wali Nanggroe meminta Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi kembali HGU dan hak pengusahaan hutan lainnya.

“Karena faktanya, banyak terjadi kerusakan hutan akibat kegiatan tersebut,” papar Malik Mahmud.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Taman Nasional Way Kambas, Subakir dan Direktur Sumatera WWF Indonesia, Suhandri, menyambut baik rencana Aceh yang ingin membuka sanctuary badak. 

“Jika di timur Sumatera ada Lampung dengan Way Kambas, maka di ujung barat ada Aceh,” kata Subakir.

Subakir mengatakan, saat ini polulasi Badak Sumatera di seluruh Sumatera hanya tersisa 80 ekor, yang tersebar di Lampung dan Aceh. 

“Kita menyambut baik dan siap membantu keinginan Aceh yang ingin melestarikan Badak Sumatera,” kata Suhandri.

Wali Nanggroe datang ke Taman Nasional Way Kambas bersama rombongan yang tergabung dalam Konsorsium Badak Sumatera. Terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemkab Aceh Timur, Forum Konservasi Leuser (FKL), Alert, WWF, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah, IPB Bogor, serta Pemkab Aceh Timur.

Turut didampingi Kepala Bappeda Aceh Timur, Ketua DPRK Aceh Timur, sejumlah camat dan kepala desa, mantan Anggota DPRA Nurzahri dan Anggota DPRA, Kartini Ibrahim.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *