BASAJAN.NET, Banda Aceh- Sebanyak 20 calon senias muda tingkat pelajar SMA/sederajat, mengikuti pelatihan dasar Aceh Documentary Junior (ADJ). Pelatihan akan berlangsung sejak 23-28 Februari 2021, di Banda Aceh.
Mereka merupakan peserta kompetisi film dokumenter yang dilaksanakan Yayasan Aceh Documentary. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Secara keseluruhan, mereka tergabung dalam sepuluh tim.
Panitia seleksi, Ridha Purnama menyampaikan, ADJ merupakan ajang pencarian bakat calon sineas dari kalangan pelajar. Kompetisi ini bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwitasa Aceh.
Ridha menyebutkan, setiap tim terdiri dari dua siswa dengan total 20 siswa dari berbagai daerah di Aceh.
“Kegiatan akan sepenuhnya mengikuti protokoler kesehatan COVID-19,” ujar Ridha, Selasa, 23 Februari 2021.
Ridha menambahkan, tahun ini Aceh Documentary menerima 42 proposal ide cerita dari pelajar dari berbagai daerah di Aceh. Setelah penerimaan proposal ide cerita ditutup pada 18 Februari, tim penyeleksi mulai memilih ide cerita menarik yang cocok untuk dijadikan film documenter.
“Terpilihlah sepuluh tim yang diundang ke Banda Aceh,” terangnya.
Adapun 20 peserta yang lolos ke tahap Basic Training, yaitu:

Program Manajer Aceh Documentary Junior 2021, M. Iqbal Faruqi mengatakan, dalam latihan dasar (Basic Training), peserta akan belajar secara garis besar tentang film dan kegiatan riset ide cerita yang lebih kompehensif.
“Setelah mengikuti basic training, peserta akan kembali ke daerah masing-masing untuk melanjutkan riset ide cerita,” ucapnya.
Kemudian, lanjut Iqbal, peserta akan masuk seleksi tahap kedua untuk mendapatkan beasiswa perfilman dan kesempatan belajar film dari Aceh Documentary.
Kepala Departemen Program Aceh Documentary, Azhari Ayi mengharapkan, ide cerita yang dikirimkan nantinya dapat mewakili kegelisahan para pelajar dengan keadaan yang terjadi saat ini.
“Tentu menarik melihat dari sudut pandang pelajar, bagaimana respon mereka terhadap isu disekitar mereka, terutama perubahan akibat pandemi yang terjadi saat ini,” kata Azhari.
Ia yakin, ide-ide para pelajar jauh lebih idealis dari pada orang dewasa, karena mereka mempunyai sudut pandang tersendiri dalam melihatnya.
“Semoga film-film yang diproduksi tahun ini dapat membawa harum nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional,” harap Azhari. []
EDITOR: JUNAIDI MULIENG






