Putra Aceh Barat Wakili UIN Ar-Raniry di Forum ASEAN

oleh -262 views
Rahmad Syah Putra, putra Aceh Barat saat mewakili UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Forum ASEAN, 5 September 2023. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Jakarta- Rahmad Syah Putra, putra asal Kabupaten Aceh Barat mewakili Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada Forum ASEAN Business Advisory Council (BAC) dan ASEAN Indo Pasific Forum (AIPF) 2023 di KTT-ASEAN 2023.

Kegiatan yang berlangsung pada 2-8 September 2023 di Jakarta digelar bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 dan KTT Asia Timur yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan para pemimpin negara-negara anggota ASEAN serta negara mitra.

Rahmad Syah Putra, yang merupakan Manager Program dan Kerjasama Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama (PKMB) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengaku sangat bangga dan terhormat bisa berpartisipasi dalam kegiatan bergengsi tersebut, karena menjadi satu-satu delegasi yang mewakili provinsi Aceh.

Rahmad Syah Putra saat mengikuti Forum ASEAN, 5 September t2023. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

Melalui pertemuan ini, Doktor bidang Pendidikan yang konsen pada bidang mutu pendidikan di Aceh ini berharap akan banyak gagasan yang didapatkan untuk melakukan inovasi bagi kemajuan bagi Perguruan Tinggi guna melahirkan generasi unggul untuk 2045 mendatang. 

Menurut pengamatannya, prospek bisnis pendidikan tinggi masih sangat menjanjikan di masa mendatang. Booming bisnis pendidikan tinggi tidak pernah mati selagi jumlah penduduk di Tanah Air terus meningkat.

Stigma bahwa hanya dengan pendidikan bisa mengubah status sosial semakin menguat, dan masyarakat tetap menganggap pendidikan sebagai kebutuhan utama dalam pengembangan keilmuan, kompetensi, dan keterampilan. 

Karena itu, inovasi di bidang pendidikan sangat dibutuhkan guna merespon perkembangan di negara-negara ASEAN. 

“Dulu kita menilai lembaga pendidikan bukan lembaga bisnis karena memiliki idealisme pengembangan ilmu dan manusia serta sosial, namun seiring perkembangan dan kemajuan, saat ini pendidikan bukan hanya sebatas itu, melainkan berkembang kepada bisnis jasa,” ungkap alumnus Department of Anthropology, Faculty of Archaeology, Silpakorn University Thailand, Selasa (5/9) di Jakarta.

Kendati demikian, Rahmad menambahkan bahwa tantangan yang muncul adalah bagaimana lembaga pendidikan harus dikelola. Untuk itu sangat penting kepada Perguruan Tinggi bisa belajar dari lembaga bisnis sehingga bisa hadir secara kontekstual dan menjawab tantangan zaman.

Sebagai informasi, forum ini melibatkan pembicara dari ASEAN dan negara-negara mitra dialog, anggota komunitas bisnis terkemuka, tokoh berpengaruh, politisi, ilmuwan, dan socio-entrepreneur  yang bertujuan untuk memfasilitasi dialog dan pertukaran gagasan di antara pemimpin generasi muda di kawasan ASEAN.

Acara ini mendorong inklusivitas dan kolaborasi, mencerminkan aspirasi kolektif untuk membangun kepemimpinan visioner dan membentuk pemimpin muda ASEAN yang tangguh. 

Fokus utama forum ini adalah mengantisipasi tantangan dan peluang masa depan, serta menentukan arah yang harus diambil ASEAN. Dengan mempertemukan beragam pembicara dari berbagai sektor, termasuk bisnis, politik, sains, dan kewirausahaan sosial, acara ini mendorong pendekatan inklusif dan holistik dalam pembentukan masa depan ASEAN secara kolektif. []

——————

EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.