Pendidikan Agama Islam Sekolah di Aceh Belum Penuhi Standar

oleh -130 views
Rahmad Syah Putra foto bersama dengan penguji usai mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor, Rabu 22 Juni 2022. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Implementasi sistem mutu pendidikan agama Islam (PAI) pada sekolah umum di Aceh belum memenuhi standar nasional. 

“Terutama pada pemenuhan delapan indikator Standar Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai Pedoman Pengelolaan PAI pada sekolah,” jelas mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rahmad Syah Putra.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Rahmad saat memaparkan hasil penelitian disertasinya berjudul manajemen mutu Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum di hadapan Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu 22 Juni 2022.

Rahmad menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, delapan indikator mutu pendidikan agama Islam (PAI) pada sekolah umum yang belum memenuhi standar nasional meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga Kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

“Semua indikator tersebut belum mencapai skor rata-rata di atas angka 80 persen. Tetapi akan dapat digolongkan ke dalam kategori Sangat Baik jika angka persentase melampaui di atas 80-100 persen,” tambahnya.

Rahmad mengatakan, belum tercapainya standar mutu pendidikan tersebut berpengaruh pada output dari lulusan setiap sekolah menengah atas (SMA) di Aceh yang masih tergolong rendah dari segi kualitas pendidikan agama Islam (PAI). 

Untuk diketahui, Rahmad Syah Putra merupakan Doktor ke 205 Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan berhasil lulus dengan predikat cumlaude. 

Rahmad Lahir di Meulaboh, 10 April 1991 dan menyelesaikan Sarjana pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Teungku Dirundeng Meulaboh (2014), dan Departement of Anthopology, Faculty of Archaeology, Silpakorn University Thailand, dengan mengambil bagian dalam kegiatan Research Program Bachelor of Art (Anthopology) yang diselenggarakan oleh International Summer University Programs Silpakorn University Thailand dengan judul research report Tamaddun and Sosio-Political Malay in Patani di bawah binaan Damrongphon Inchan (2014). 

Kemudian, melanjutkan Program Pascasarjana pada Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Syiah Kuala (2017), dan Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Jurusan Ilmu Agama Islam (IAI) Konsentrasi Sejarah dan Tamaddun Islam (2019), serta Program Doktor pada Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Kajian Disertasi tentang Manajemen Mutu Pendidikan (Total Quality Management in Education). []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.