Pengelola BOS Madrasah di Aceh Barat Dapat Bimtek

oleh -295 views
IMG 20201114 WA0006 compress82
Pengelola BOS dan BOP madrasah di Aceh Barat mengikuti Bimbingan Teknis di aula Kemenag setempat, Sabtu, 14 November 2020. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Pengelola biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya operasional pendidikan (BOP) madrasah swasta dan raudhatul athfal (RA) di Kabupaten Aceh Barat, mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran.

Kegiatan berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Sabtu 14 November 2020. Diikuti 58 peserta, terdiri dari kepala, operator/bendahara 29 madrasah swasta dan RA.

Loading...

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Aceh Barat, Iswandi menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mewujudkan pengelolaan anggaran operasional madrasah swasta dan raudhatul athfal (RA) yang tepat prosedur, tepat guna, tepat jumlah, tepat sasaran dan tepat waktu, sesuai dengan penggunaan dan kebutuhan.

Iswandi menjelaskan, pengelola BOS dan BOP harus mampu dan paham dalam pengelolaan anggaran sesuai dengan kebutuhan dan petunjuk teknis (juknis) yang ada.

“Kita harus meningkatkan kualitas madrasah dengan membiasakan yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Aceh Barat, Suhadi mengatakan, dalam melakukan realisasi anggaran madrasah dan raudhatul athfal (RA) harus sesuai juknis. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru yang dapat berefek negatif pada madrasah.

“Audit anggaran di tahun 2020 sangat ketat, jadi jangan pernah membuat penyimpangan dalam pengelolaan anggaran,” tambahnya.

Suhadi mengingatkan, dalam melakukan realisasi anggaran harus mempedomani juknis sesuai dengan tahun anggaran. Artinya anggaran tahun 2020 tidak boleh berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) tahun 2019.

“Jadikan anggaran sesuai dengan regulasi dan untuk kemaslahatan madrasah, jangan jadikan anggaran itu untuk pribadi,” pesannya.

Selain itu, Suhadi mengingatkan kepada kepala madrasah, untuk memberi perhatian lebih kepada operator madrasah. Sebab, operator merupakan ujung tombak dalam pelaporan anggaran untuk menyukseskan semua kegiatan yang ada di madrasah.

“Perhatikanlah mereka, jangan dipandang sebelah mata,” tekannya.

Ia juga mengingatkan kepada bendahara, untuk selalu berhati-hati dalam membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran. Jangan sampai melenceng dari regulasi yang ada.

Materi pada Bimtek tersebut disampaikan Perencana Pertama, Satria Firmana, tentang pelaporan keuangan. Bendahara Pengeluaran, Silmi Yanti Lubis, tentang laporan pertanggungjawaban, dan Pengelola BOS Kabupaten, Jufrizal.[]

 

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *