Jamaah Haji Sakit atau Meninggal Boleh Diganti Keluarga

oleh -198 views
Jamah Haji Sakit atau Meninggal Boleh Diganti Keluarga
Kemenag Aceh Barat melakukan sosialisasi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah, di Hotel Bin Daod, Rabu, 11 November 2020. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan kebijakan baru terkait pelimpahan nomor porsi bagi jamaah calon haji (JCH) yang meninggal dan sakit permanen. Porsi haji dapat digantikan pihak keluarga.

“Jika meninggal dunia, harus ada akta kematian. Jika sakit permanen, harus ada surat dari dokter ahli rumah sakit pemerintah,” sebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar.

Loading...

Hal itu disampaikan Khairul Azhar pada sosialisasi Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah, Rabu, 11 November 2020.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bin Daod tersebut diikuti 25 peserta, terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan instansi terkait lainnya.

Pelimpahan nomor porsi JCH karena meninggal dunia atau sakit permanen, dapat diwariskan ke suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk dan telah mendapat persetujuan semua ahli waris.

“Pelimpahan nomor porsi hanya dapat dilakukan sekali,” ujarnya.

Khairul menyampaikan, adapun kategori penyakit yang diperbolehkan untuk pelimpahan nomor porsi seperti, paru kronis, sakit jantung stadium empat, gagal ginjal stadium empat dan stroke hemoragik, kanker, hepatitis dan lainnya.

Ia menambahkan, terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2021, ada tiga alternatif yang akan dilakukan pemerintah Indonesia. Pertama, seluruh JCH akan diberangkatkan, jika kondisi Covid-19 sudah kondusif.

Jika kondisi belum begitu stabil, pemerintah Indonesia akan mengambil alternatif kedua, yaitu akan diberangkatkan lima puluh persen dari jumlah kuota. Jika alternatif kedua juga tidak bisa dilaksanakan dan kondisi Covid-19 parah, maka dipastikan pelaksanaan haji tahun 2021 akan kembali dibatalkan.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Aceh Barat, Tharmizi menjelaskan, sosialisasi tersebut sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan pemahaman kepada masyarakat, terkait pelimpahan nomor porsi haji.

“Sekaligus sebagai upaya meningkatkan efesiensi dan birokrasi kerja yang efektif dalam mempersiapkan dokumen haji yang tertib,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Aceh, Arijal mengatakan, pelaksanaan sosialisasi harus rutin dilaksanakan. Sebab, kondisi JCH saat ini banyak yang sudah usia lanjut. Terkait hal tersebut, KUA sebagai sektor utama harus mampu memberikan berbagai informasi kepada masyarakat.[]

 

 

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *