Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2020

oleh -230 views
kaaba 3635723 640 compress45
ILUSTRASI KA'BAH. FOTO: KONEVI/PIXABAY

BASAJAN.NET, Jakarta- Pemerintah Republik Indonesia membatalkan keberangkatan jamaah haji 1441H/2020M. Hal itu sebagaimana dipastikan Menteri Agama Fachrul Razi.

“Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M,” tegas Menag dalam telekonferensi dengan awak media di Jakarta, Selasa, 02 Juni 2020.

Loading...

Fachrul Razi menyampaikan, kebijakan itu diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang belum usai.

Ia menuturkan, sesuai amanat undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan dan keamanaan jamaah haji harus dijamin dan diutamakan. Sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan dan juga saat di Arab Saudi. 

“Keputusan itu sudah melalui kajian mendalam,” ujarnya.

Fachrul Razi mengatakan, Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah. Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. 

“Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan,” sambungnya.

Menurutnya, Kemenag telah melakukan kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang haji di saat pandemi di masa-masa lalu. 

Ia mencontohkan, pada tahun 1814, saat terjadi wabah thaun, tahun 1837 dan 1858 terjadi wabah epidemi, 1892 wabah kolera, 1987 wabah meningitis. 

“Pada 1947, Menag Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag No 4/1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang,” paparnya.

Fachrul Razi menambahkan, selain alasan keselamatan, kebijakan diambil karena hingga saat ini Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. 

Akibatnya, Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah. Awalnya, keberangkatan kloter pertama direncanakan pada 26 Juni. 

“Meski dipaksakan pun, tidak mungkin, karena Arab Saudi tak kunjung membuka akses,” katanya.

Pembatalan keberangkatan jamaah haji berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI). Pembatalan itu tidak hanya untuk jamaah yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler maupun khusus, tapi termasuk juga jamaah yang akan menggunakan visa haji mujamalah atau furada.

“Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan haji dari Indonesia bagi seluruh WNI,” tegas Fachrul Razi.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *