837 Mahasiswa Aceh di Luar Daerah Terima Bansos Covid-19

oleh -238 views
corona 5082975 640 compress52
ILUSTRASI: PIXABAY

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Pemerintah Aceh telah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kepada 837 mahasiswa asal Tanah Rencong, yang saat ini sedang menimba ilmu di luar Aceh, baik di dalam maupun luar negeri.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, hingga Sabtu, 30 Mei 2020, Bansos dampak Covid-19, kepada 837 mahasiswa asal Aceh, sudah ditransfer langsung ke rekening masing-masing pelajar. 

Loading...

“Jumlah totalnya sebesar Rp1,1 miliar,” ujar Iswanto, seperti dikutip pada laman website Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Senin, 1 Juni 2020.

Iswanto menjelaskan, Bansos yang diberikan dengan jumlah yang beragam, sesuai dengan lokasi para pelajar mengikuti pendidikan. Untuk pelajar asal Aceh yang berkuliah di provinsi lain di luar Aceh, bantuan sosial yang diberikan maksimal sebesar Rp1 juta.

Sedangkan untuk mahasiswa Aceh yang berkuliah di luar negeri, bantuan sosial yang diberikan maksimal Rp2,5 juta.

Iswanto mengatakan, saat ini Pemerintah Aceh masih memproses 310 penerima Bansos lainnya, yang tidak bisa ditransfer bersamaan dengan 837 penerima sebelumnya.

“Karena dokumen yang diajukan tidak lengkap. Setelah syarat-syarat dilengkapi, maka Bansos tunai akan langsung ditransfer,” ujarnya.

Ia menyebutkan, adapun total dana yang akan ditransfer kepada 310 pelajar tersebut, sebesar Rp411 juta.

Iswanto menambahkan, sejak April, Pemerintah Aceh telah mengumumkan pemberian bantuan sosial kepada seluruh pelajar Aceh yang sedang menuntut ilmu di luar Aceh. 

Untuk mendapatkan bantuan ini, para pelajar harus melengkapi sejumlah persyaratan, seperti fotokopi KTP, surat pernyataan dari kampus (masih aktif kuliah) dan buku tabungan atau nomor rekening penerima. 

“Namun tidak semua berkas yang diajukan akan mendapatkan Bansos ini. Berkas para pelajar yang berstatus dosen dan PNS akan ditolak,” paparnya.

Ia menuturkan, sejak Maret 2020, Pemerintah Aceh telah menerima 1.317 berkas. 420 berkas merupakan pelajar Aceh di luar negeri dan 897 berkas dalam negeri. 

Setelah verifikasi kelengkapan berkas, ditetapkan 837 penerima, yang terdiri dari 267 pelajar Aceh di luar negeri dan 570 pelajar Aceh di dalam negeri, memenuhi syarat penerima Bansos Covid-19. 

Sedangkan 310 usulan lainnya, yang terdiri dari 77 usulan luar negeri dan 233 usulan pelajar dalam negeri, sedang dalam proses perbaikan berkas.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga menolak 170 berkas usulan penerima Bansos, karena tidak memenuhi syarat. Di antaranya pemohon adalah PNS, dosen, tidak ber-KTP Aceh, serta sejumlah alasan lain.

“Saat ini, Pemerintah Aceh juga sudah menerima 500 berkas usulan Bansos dari pelajar kita di Mesir dan 40 dari ITS,” tambah Iswanto.

Iswanto menambahkan, bantuan untuk pelajar asal Aceh ini  bersumber dari dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

Para pelajar Aceh penerima Bansos dampak Covid-19 ini tersebar mulai dari Medan, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, serta sejumlah provinsi lainnya. 

Sedangkan pelajar Aceh penerima Bansos dampak Covid-19 di luar negeri, tersebar di Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Sudan, Iran, Belanda, India, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.

Arif Zidni, mahasiswa Aceh asal Ulee Kareng, yang saat ini sedang kuliah di Jurusan Fiqh, di International Islamic University Malaysia (IIUM), menyampaikan terima kasih atas Bansos Dampak Covid-19 yang telah diterima dari Pemerintah Aceh. 

Pandemi Covid-19 yang berimbas pada pembatasan-pembatasan di banyak aspek kehidupan mahasiswa di luar negeri, sangat berdampak pada kehidupan sosial ekonomi mereka.

“Alhamdulillah, kalau tidak salah sekitar tanggal 26 Mei lalu kami terima Bansos tunainya,” ujar Arif Zidni. []

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *