Orangtua di Aceh Barat Minta Sekolah Tatap Muka

oleh -187 views
sekolah tatap muka
ILUSTRASI SEKOLAH TATAP MUKA. (FOTO: BASAJAN.NET/DOK. DEWI WAHYUNI).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sebagian besar orangtua di Kabupaten Aceh Barat meminta pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) dilaksanakan secara tatap muka. Hal itu dikarenakan, belajar dari rumah yang selama diterapkan tidak efektif.

“Jika dilihat aktivitas anak-anak, hanya 15 persen untuk belajar dan 85 persen lagi untuk bermain game di handphone,” ungkap Rizal Rinaldi, orangtua siswa MTsN Meureubo, Kamis, 16 Juli 2020.

Loading...

Rizal menuturkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan anak-anak selama proses belajar dari rumah, hanya mengandalkan belajar secara daring (dalam jaringan), yang tidak sepenuhnya efektif.

Ia berharap, pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera mengambil sikap untuk memberlakukan kembali sekolah tatap muka, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan.

“Kita harus sama-sama menjaga dan saling mendukung, serta selalu berdoa agar wabah ini segera dijauhkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan Busyairi, orangtua siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang menganggap pelaksanaan belajar dari rumah tidak efektif. Menurutnya, belajar dari rumah secara daring banyak menimbulkan hal negatif bagi anak.

“Anak menjadi tidak disiplin, mengurangi jiwa sosial, bahkan dapat mengganggu kesehatan mata anak, serta kecanduan menggunakan smartphone,” tuturnya.

Menurutnya, belajar tatap muka lebih efektif untuk diterapkan, karena lebih tepat sasaran. Selain itu, anak-anak juga lebih disiplin dan dapat menjalin kekompakan dengan temannya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Iswandi mengungkapkan, berdasarkan hasil laporan dan pemantauan yang dilakukan pihaknya, sembilan puluh persen lebih madrasah Kabupaten Aceh Barat siap melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka.

“Jika bukan zona kuning, tanggal 13 Juli 2020 kemarin, kita memang sudah siap untuk melaksanakan PBM tatap muka,” ungkap Iswandi, Sabtu 18 Juli 2020.

Baca berita terkait: Zona Kuning Aceh Barat Tunda Sekolah Tatap Muka

Ia menyebutkan, madrasah di Kabupaten Aceh Barat telah mempersiapkan semua prosedur pelaksanaan PBM secara tatap muka, sesuai dengan protokol kesehatan dan berdasarkan petunjuk teknis yang diterbitkan oleh pemerintah.

“Semua persiapan dari madrasah akan kita input ke data EMIS Kemenag, bagi yang tidak memenuhi syarat, tetap tidak kita izinkan untuk melaksanakan PBM tatap muka,” tambah Iswandi.

Sementara itu, Kepala MTsN Meureubo, Saidi Mukti mengatakan, untuk kesiapan pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka telah dilakukan sesuai dengan prosedur protokol kesehatan dan keselamatan Covid-19.

“Alhamdulillah kita sudah mempersiapkan semua, baik masker, wastafel, posko gugus tugas Covid-19, shift kelas dan lainnya,” sebutnya.

Ia menambahkan, dari 439 wali siswa MTsN Meureubo, sembilan puluh persen lebih memilih PBM tatap muka.

“Bagi yang memilih tetap belajar dari rumah, akan diberikan pelajaran secara daring,” jelasnya.[]

 

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *