Cara Industri Pertanian Harus Diubah

oleh -363 views
Metode Industri Pertanian Harus Diubah
GEORGE PAPADAKIS. FOTO: BIDIKAN LAYAR ZOOM.

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Guru besar dari University of Athens, Yunani, George Papadakis mengemukakan, harus ada perubahan yang berkelanjutan terhadap industri pertanian saat ini.

Menurutnya, dalam beberapa dekade terakhir, metode-metode yang digunakan dapat mengganggu ekologi dan keanekaragaman hayati secara keseluruhan, terutama kesehatan hewan dan manusia.

“Sudah saatnya dunia harus beralih ke metode yang lebih berkelanjutan dengan menggunakan praktik bertani yang mempertimbangkan siklus ekologis,” kata Papadakis.

Hal itu disampaikan Papadakis pada The 2nd International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI), Selasa, 27 Oktober 2020. Konferensi internasional virtual yang diadakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Unsyiah itu, diikuti berbagai elemen masyarakat yang konsen di bidang pertanian, nasional dan internasional.

Lebih lanjut Papadakis mengatakan, industri pertanian hari ini harus menggalakkan metode dan praktik yang layak secara ekonomi, ramah lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan, pertanian berkelanjutan akan memberikan manfaat pada pelestarian lingkungan, profitabilitas ekonomi, penggunaan sumber daya tak terbarukan secara efisien, perlindungan kesehatan masyarakat, keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi.

Hal senada juga disampaikan Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria, yang mengangkat isu ekologi manusia. Menurutnya, krisis lingkungan dan perubahan iklim telah menjadi perhatian utama dalam komunitas global. Hal ini dikarenakan dampaknya yang lebih luas terhadap kemiskinan, kelaparan, memburuknya kualitas hidup manusia dan semakin menekan kelompok masyarakat rentan.

Arif mengatakan, sebagai negara berkembang, Indonesia juga menghadapi masalah serupa. Pertama, Indeks Kualitas Lingkungan (EQI), secara nasional menunjukkan kondisi cukup baik, namun beberapa provinsi menunjukkan kategori waspada dan buruk. Kedua, masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial. Ketiga, masalah kelaparan.

Ia menambahkan, permasalahan-permasalahan tersebut merupakan masalah dalam pembangunan dan merupakan bagian dari sistem yang kompleks dan saling terkait.

“Oleh karena itu, diperlukan transformasi paradigma pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan ekologi, ekonomi dan social,” kata Arif.[]

 

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.