Alih Teknologi Tingkatkan Produktivitas Pertanian

oleh -35 views
Alih Teknologi dan Inovasi Dorong Produktivitas Pertanian
ICAGRI Fakultas Pertanian USK. (BASAJAN.NET/BIDIKAN LAYAR ZOOM)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Berbagai kemajuan hasil riset di bidang pertanian harus diterapkan secara efektif melalui alih teknologi dan inovasi, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas produk-produk pertanian.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) Banda Aceh, Samadi pada The 3rd International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI), Rabu 13 Oktober 2021.

Samadi mengatakan, ICAGRI tahun ini mengangkat tema “Sustainable technologies for enhancing agricultural productivity: Challenges and current scenario”. Hal itu sebagai bentuk respon terhadap situasi dan kondisi pandemi global saat ini.

Menurutnya, berbagai faktor harus dipertimbangkan dalam alih teknologi pertanian. Mulai dari input produksi, alat dan mesin pertanian, pengendalian hayati, pengembangan produk pertanian, bioenergi, serta lingkungan.

Konferensi yang berlangsung secara virtual dengan spot Multipurpose Room Fakultas Pertanian itu, diikuti berbagai elemen masyarakat nasional dan internasional yang konsen di bidang pertanian.

“Kita berharap, forum ini akan mendatangkan solusi dan kemaslahatan bagi pertanian Indonesia dan berkontribusi untuk dunia,” ujar Samadi.

Rektor USK, Samsul Rizal menyampaikan, pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi utama dalam ketahanan pangan dan pembangunan manusia. Sektor ini sangat terdampak oleh pandemi global COVID-19.

Karenanya, Samsul berpendapat, beberapa pendekatan, strategi dan implementasi kebijakan penting untuk menjamin hal itu.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara ICAGRI-3, Indera Sakti Nasution mengatakan, forum ini merupakan salah satu kontribusi Fakultas Pertanian USK dalam membangun dan memperkuat jaringan Ilmiah, agar berbagai masalah dalam bidang pertanian dapat teratasi.

Sakti menuturkan, gangguan terhadap sosial ekonomi akibat pandemi global, secara signifikan telah dirasakan di semua negara. Efek tersebut juga mempengaruhi ketahanan pangan, biosistem dan industri pertanian.

Ia berharap, melalui forum tersebut dapat dipetakan berbagai persoalan, sehingga bisa diterapkan alih teknologi dan inovasi.

“Agar produktivitas pertanian setelah pandemi menjadi lebih baik dan mengalami peningkatan,” ujarnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.