81,7 Persen Wali Murid di Aceh Barat Ingin PBM Tatap Muka

oleh -291 views
IMG 20200618 135218 compress5
ILUSTRASI : PIXABAY

BASAJAN.NET, Meulaboh- Survei yang dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat, menunjukkan 81,7 persen orangtua/wali murid di daerah itu menginginkan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka.

Kepala Kankemenag Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar, Kamis, 18 Juni 2020 mengatakan, survei itu melibatkan 420 responden. Terdiri dari 269 orangtua/wali murid dan 151 guru madrasah.

Loading...

Khairul merincikan, dari 269 orangtua/wali murid madrasah, 216 orang atau 80,3 persen memilih PBM dilaksanakan secara tatap muka. Sedangkan 53 orang atau 19,7 persen lainnya memilih proses belajar mengajar (PBM) secara daring/online.

Sementara itu, dari 151 guru madrasah yang ikut survei, 127 orang atau 84,1 persen memilih PBM secara tatap muka. Sedangkan sedangkan 24 orang lainnya atau 15,9 persen, memilih PBM secara daring/online.

“Survei ini kita lakukan selama dua hari melalui Google Formulir,” kata Khairul kepada Basajan.net.

Ia menjelaskan, survei itu dilakukan untuk memastikan kesiapan orangtua/wali murid siswa dan pihak madrasah, jika PBM kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Sebelumnya, pihaknya juga telah mengirimkan surat permohonan rekomendasi kepada Bupati Aceh Barat, terkait izin pelaksanaan kembali PBM secara tatap muka di madrasah.

Keinginan untuk melaksanakan kembali PBM tatap muka berdasarkan permintaan dari masyarakat, guru dan kepala madrasah di daerah itu, dengan tetap berpedoman pada regulasi dan protokol kesehatan dan keselamatan dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Berdasarkan data survei, 95,2 persen orangtua/wali murid bersedia mengikuti protokoler kesehatan jika PBM tatap muka dilaksanakan kembali,” tambahnya.

Di Kabupaten Aceh Barat, terdapat 58 madrasah, terdiri dari 33 madrasah negeri dan 25 madrasah swasta.

Bupati Aceh Barat, Ramli MS menyampaikan, sistem pembelajaran secara tatap muka di Kabupaten Aceh Barat pada masa normal baru direncanakan pada 13 Juli 2020 atau awal tahun ajaran 2020/2021.

Ramli MS menyampaikan, proses belajar mengajar (PBM) di madrasah hingga akhir tahun ajaran 2019/2020, tetap dilaksanakan secara daring/online.[]

 

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *