Unsyiah Akan Kaji Format Baru Pertanian Pasca Covid-19

oleh -389 views
pertanian
ILUSTRASI/BASAJAN.NET

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, akan mengkaji format baru sektor pertanian pasca Covid-19. Hal ini dikarenakan pertanian dan biosistem merupakan sektor penting dalam berbagai kondisi.

Pengkajian itu akan dilakukan pada The 2nd International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) 2020, di Banda Aceh, 27-28 Oktober 2020.  Konferensi ini akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang konsen di bidang pertanian, baik dari Indonesia maupun internasional. Mulai dari praktisi, akademisi, peneliti, professional, birokrat dan stakeholder lainnya.

Loading...

Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Samadi, Rabu, 22 Juli 2020 mengatakan, tema ICAGRI tahun ini berkaitan erat dengan pandemi “New Shape of Sutainable Agriculture and Biosystem for Food Security After Global Covid-19 Pandemic”.

“Tema ini tentunya menjadi penting, mengingat kondisi terkini Indonesia dan juga dunia yang dilanda pandemi Covid-19,” ujar Samadi.

Menurutnya, pertanian dan biosistem merupakan sektor penting dalam berbagai kondisi, karena manusia tidak bisa terlepas dari kebutuhan pangan. Kondisi pandemi membuat pergerakan menjadi serba terbatas, protokol kesehatan juga harus diperhatikan, sementara sektor pertanian harus terus bergerak dan berproduksi.

“Karena itu, kita perlu mengkaji format baru bagaimana sektor pertanian pasca covid ini,” terang Samadi.

Ia menuturkan, efek Covid-19 tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, seluruh dunia mengalami kondisi yang sama. Sehingga perlu pertukaran informasi dengan berbagai elemen dari dalam dan luar negeri.

Samadi menyampaikan, kampus sebagai Center of Excellence (pusat layanan unggulan), harus terus memberikan inspirasi dan mengalirkan gagasan, serta aksi-aksi nyata untuk menjawab berbagai persoalan dengan baik.

“Semoga perhelatan ini akan melahirkan kemaslahatan bagi dunia pertanian dan masyarakat Indonesia serta berkontribusi untuk dunia,” tuturnya.

Ketua Penyelenggara ICAGRI-2, Rina Sriwati mengatakan, kegiatan tersebut sebagai kontribusi civitas akademi Fakultas Pertanian Unsyiah dalam memperkuat jaringan ilmiah untuk mengurangi berbagai masalah dalam bidang pertanian.

Rina menyampaikan, ICAGRI-2 nantinya akan diisi oleh beberapa pembicara utama, diantaranya George Papadokis dari University of Athens – Yunani, Michael Goodin dari University of Kentucky – Amerika, Stephen G. Compton dari University of Leeds – Inggris, dan Rektor IPB Arif Satria.

Lebih lanjut Rina menjelaskan, konferensi ini akan dilakukan secara virtual. Semua presenter yang membawa artikel pada sesi parallel akan di publish pada prosiding internasional terindeks scopus.

Ia mengajak semua pihak, akademisi lokal dan internasional, peneliti, pembuat kebijakan, professional dan pemangku kepentingan, untuk bergabung dalam konferensi internasional tersebut, dengan mendaftarkan artikel di website ICAGRI-2.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini akan berlangsung dengan baik dan lancar,” ucap Rina.[]

 

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *