Ilmuan Dunia Bahas Moderasi Beragama di DICIS 2nd

oleh -49 views

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sejumlah ilmuwan dunia membahas moderasi beragama dan keberagaman dalam identitas peradaban Islam, pada Dirundeng International Conference on Islamic Studies (DICIS) 2nd 2021.

DICIS merupakan konferensi internasional yang dilaksanakan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh.

Pada tahun kedua ini, DICIS mengangkat tema Moderation, Diversity and Hybridization in Identity of Islamic Civilization. Dengan tujuh sub tema terkait ekonomi Islam, turats, Pendidikan, moderasi beragama, sosial media, hukum Islam serta peradaban dan arkeologi.

“DICIS diharapkan bukan hanya untuk sosialisai hasil penelitian, tapi juga sebagai promosi para dosen tentang kemampuan dan potensi mereka ke dunia nasional, bahkan internasional,” ujar Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah, pada pembukaan DICIS 2nd, Rabu, 24 November 2021.

Konferensi internasional tersebut dilaksanakan hingga Rabu 25 November 2021. 

Pembicara Lintas Keilmuan

Pada sesi pertama, kegiatan dimulai dengan opening ceremony oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, kemudian dilanjutkan dengan Plenary Session oleh R. Michael Feener, dari Centre of Southeast Asian Studies of Kyoto University.

Dalam paparannya, Michael Feener membahas mengenai penelitian yang dilakukan bersama tim Maritim Asian Heritage Survey (MAHS), dengan tema survey arkeologis di Maldives, Indonesia, Vietnam, Sri Lanka dan Brunei Darussalam. 

Kelima negara ini merupakan wilayah terancam bencana alam, sehingga diperlukan pendataan situs sejarah yang kompleks agar tidak hilang tanpa terdata sama sekali. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan M. Adlin Sila dari Puslitbang Bimas Agama Kemenag RI, yang membahas mengenai Moderasi Beragama dalam konteks ke-Indonesiaan dalam menangkal radikalisme dan ancaman dari luar. 

Pembicara selanjutya adalah Abdul Manan dari Universitas Islam Negeri AR-Raniry, membahas mengenai Caning as Punishment An Evaluation serta Anton Jamal dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, yang memaparkan Moderasi Beragama Dalam Perspektif Ushul Fiqh: Membangun Dialektika dan Menemukan Titik Temu.

Kemudian sesi selanjutnya dilanjutkan dengan presentasi dari para presenter DICIS 2nd yang berjumlah 60 presenter yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan dan universitas. 

Hari pertama akan diisi oleh 30 presenter yang telah dibagi ke dalam tiga ruang, masing-masing berisi 10 presenter yang akan dipandu oleh seorang moderator dan co moderator. 

Untuk hari kedua, Plenary Session akan diisi oleh key note speaker tidak kalah menarik, yaitu Karim D. Crow, Council for Research in Values and Philosophy, Washington. 

Kemudian diikuti dengan keynote speaker kedua, yaitu Asna Husein dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Kemudian dilanjutkan oleh keynote speaker ke tiga yaitu Erizar dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Pada sesi selanjutnya, kembali dilanjutkan presentasi 30 presenter yang telah dibagi menjadi tiga room, yang diisi oleh 10 presenter. 

Setelah sesi plenary selesai, selanjutnya pada tahapan closing session atau penutupan yang akan diisi oleh Khalid Zahri, Abdelmalik Essaadi University, Tetouan, Maroko dan Annemarie Samuels. 

Acara akan ditutup dengan closing speech oleh Jovial Pally Taran, Koordinator 2nd DICIS.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.