RUMAN Aceh Terima Kunjungan IHH Turki

oleh -168 views
IMG 20210202 221043 compress24
RUMAN Aceh menerima kunjungan Koordinator İnsan Hak ve Hürriyetleri ve İnsani Yardım Vakfı (IHH) Turki, Jumat, 29 Januari 2021. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Lembaga Pendidikan dan pusat kegiatan belajar masyarakat rumah baca aneuk nanggroe (RUMAN) Aceh, menerima kunjungan Koordinator İnsan Hak ve Hürriyetleri ve İnsani Yardım Vakfı (IHH) Turki, beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut diterima langsung Pendiri RUMAN Aceh, Ahmad Arif dan taman bacaan masyarakat (TBM) RUMAN Aceh, Fadillah Islami Chaniago.

Loading...

Ahmad Arif, Selasa, 2 Februari 2021 menyampaikan, pihaknya menyambut baik niat mulia IHH Asia tersebut. RUMAN Aceh selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan, bukan sekedar menginginkan atau ikut-ikutan.

Ia merasa terhormat dan bahagia atas kedatangan dan niat baik IHH yang sangat berpengalaman dalam melakukan program sosial kemanusiaan di lebih dari 100 negara di berbagai benua.

“Ruman Aceh akan berusaha maksimal dalam mewujudkan niat baik ini,” ujar Arif.

Arif menambahkan, RUMAN Aceh melakukan khidmatnya di atas tiga fondasi utama sejak mulai melakukan kegiatan rutin pada 8 April 2013, yaitu murni sosial dan kebajikan, berdiri di atas dan untuk semua golongan atau independen dan hana fee.

“Kita terbuka terhadap siapa saja, selama masih sesuai dengan tiga fondasi utama tersebut. Kita telah membuktikannya dengan menolak tawaran donasi Rp1.5 M, juga menolak tawaran Rp200 juta, karena tidak sesuai dengan prinsip tersebut,” ungkap Arif.

Koordinator IHH Turki, Suayip mengatakan, kunjungan tersebut guna menyamakan persepsi untuk menjalin kerjasama dengan RUMAN Aceh, hal tersebut berdasarkan informasi dan rekomendasi yang didapatkan.

“Alhamdulillah, IHH dan Ruman Aceh berada dalam frekuensi yang sama,” ujar Suayip.

Suayip menambahkan, pihaknya akan mereplikasi program-program IHH yang telah berhasil di berbagai belahan dunia. Tentunya akan ada penyesuaian dengan kultur dan kearifan lokal masyarakat tempatan, termasuk Aceh. []

 

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *