Kemenag Aceh Tetapkan Tiga Madrasah Inovasi di Aceh Barat

oleh -46 views
Kemenag Aceh Tetapkan Tiga Madrasah Inovasi di Aceh Barat

BASAJAN.NET, Meulaboh- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, menetapkan tiga madrasah inovasi di Kabupaten Aceh Barat. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Aceh Nomor 323 Tahun 2021, tentang Penetapan Madrasah Inovasi Tahun 2021.

Adapun ketiga madrasah inovasi tersebut yaitu, MAN 1 Aceh Barat, MTsN 3 Aceh Barat dan MIN 8 Aceh Barat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar, Sabtu, 28 Agustus 2021 mengatakan, pembentukan madrasah inovasi sebagai upaya memberikan kebebasan kepada guru dan peserta didik untuk berkreasi, berinovasi dan mengekspresikan perasaan dan kemampuannya.

Selain itu, kata Khairul, madrasah inovasi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peserta didik terhadap lingkungan. Menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik, sehingga menghasilkan lulusan berkualitas.

Khairul menjelaskan, penetapan madrasah inovasi dilakukan berdasarkan hasil penilaian tim Kanwil Kemenag Aceh beberapa bulan lalu. Ketiga madrasah tersebut memenuhi persyaratan, seperti jumlah siswa, guru, prestasi, kurikulum, kualitas lulusan dan penilaian sarana dan prasarana madrasah.

Lebih lanjut Khairul menuturkan, ada beberapa aspek yang harus mampu dikembangkan madrasah inovasi, yaitu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, kesiswaan, proses pembelajaran, fasilitas, manajemen, dan keunggulan khusus.

Ia merincikan, untuk tenaga pendidik dan kependidikan, harus aktif mengikuti Inovasi Pembelajaran (INOBEL), serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) prestasi. Melahirkan minimal satu prestasi setiap tahun, melaksanakan penelitian tindakan kelas dalam tiap semester, serta minimal harus ada satu karya ilmiah yang dimuat dalam jurnal nasional.

Sementara pada aspek kesiswaan, madrasah inovasi harus dapat melahirkan siswa yang berkualitas dan dapat diterima di sekolah/madrasah unggul dan perguruan tinggi favorit. Wajib mengikuti kompetisi sains madrasah (KSM), Myrest dan berbagai olimpiade, serta wajib salat berjamaah minimal zuhur.

Sedangkan pada aspek pembelajaran, seluruh guru harus mampu melaksanakan proses pembelajaran minimal enam model pembelajaran. Guru harus mampu memanfaatkan ICT, penambahan jam pelajaran matematika dan sains, membaca al-Quran, mengintegrasikan al-Quran dalam sains. Setiap guru harus mampu melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Pada aspek fasilitas, madrasah inovasi harus menciptakan lingkungan asri dan hijau. Memiliki perangkat pembelajaran, seperti proyektor, Wifi, perangkat ICT dan berbagai perangkat pendukung lainnya. Tersedia toilet yang bersih, laboratorium dan perpustakaan bagi madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA).

Untuk aspek manajemen, madrasah inovasi juga harus menyediakan buku secara lengkap. Membentuk tim manajemen madrasah, kearifan komite dalam mengembangkan madrasah, dan tersedianya tata tertib madrasah/peraturan akademik.

Sedangkan aspek keunggulan khusus, madrasah inovasi harus mampu melahirkan siswa yang berkualitas dan berprestasi, salah satunya lulusan madrasah harus mampu menghafal al-Quran, minimal satu juz bagi siswa MI dan dua juz bagi siswa MTs dan MA.

“Semoga semua aspek ini dapat dikembangkan dengan baik,” harap Khairul. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.