Oleh: Eka Dwika Seperti embun, Bening tak bewarna, Hambar tanpa rasa, Begitulah adanya… Hadirnya sederhana, Tak ada yang istimewa, Warnanya bening bercahaya, Begitulah awalnya… Berbeda dengan rasa… Hadir atas nama

Karya: Nuril Hanafiah*   Tadi kulihat ia sedang menangis Ia menangis karena cintanya yang teramat sangat Apa kau mengingatnya?   Seorang perempuan yang mencintaimu utuh, menyeluruh Yang menyerta-mertakan hatinya padamu

Karya : Rahmat Trisnamal* Gema merdu dari pengeras suara Di ufuk barat tampak rona mega Terhenti sesaat aktifitas manusia Demi menunaikan tugas pencipta Sungguh agung sang Kuasa… Seringkali timpakan duka,

Karya: Nurmeli* Semerbak wangi, duri ditangkai melukai jari Kelopak merah dalam gelas kaca yang terisi air Begitu bangganya engkau dijadikan hiasan Diatur dengan hati-hati Dikemas setiap hari Dari balik jendela

Karya : Mariani* Niat ikhlas berjiwa asa Tekad kuat menepis jera Semangat juang hapus nestapa Kami kuat berlangkah baja Hujan petir tak berasa, Hati tergerak kian berwarna Gelap awan terganti lentera Ini