KATA Katamu, kataku.. Kataku, katamu.. Ku kata, kau kata.. Ketika kau dan aku berkata, Lalu, Siapa yang mendengar? DIAM Tak semua kata terucap Ucap tak mesti kata Setiap kata bermakna

Karya: Nuril Hanafiah*   Tadi kulihat ia sedang menangis Ia menangis karena cintanya yang teramat sangat Apa kau mengingatnya?   Seorang perempuan yang mencintaimu utuh, menyeluruh Yang menyerta-mertakan hatinya padamu

Karya : Rahmat Trisnamal* Gema merdu dari pengeras suara Di ufuk barat tampak rona mega Terhenti sesaat aktifitas manusia Demi menunaikan tugas pencipta Sungguh agung sang Kuasa… Seringkali timpakan duka,

Karya: Nurmeli* Semerbak wangi, duri ditangkai melukai jari Kelopak merah dalam gelas kaca yang terisi air Begitu bangganya engkau dijadikan hiasan Diatur dengan hati-hati Dikemas setiap hari Dari balik jendela

Karya : Mariani* Niat ikhlas berjiwa asa Tekad kuat menepis jera Semangat juang hapus nestapa Kami kuat berlangkah baja Hujan petir tak berasa, Hati tergerak kian berwarna Gelap awan terganti lentera Ini

Karya: Nurmeli* Aku suka bercerita tentangmu Menikmati senja denganmu, berbeda! Tidak ada panggilan khusus darimu Tidak ada sebutan spesial untukku Tidak ada tempat biasa menanti kehadiran ironinya yang tak lama