STAIN Meulaboh Harus Jadi Destinasi Dunia

oleh -821 views
IMG 6268 compress41
Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis), Muhammad Adib Abdushomad. (BASAJAN.NET/NURUL FAHMI).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh diharapkan mampu menjadi destinasi bagi masyarakat dunia. Harapan itu disampaikan Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis), Muhammad Adib Abdushomad, Kamis, 20 Februari 2020.

Adib yang tampil sebagai orator ilmiah pada wisuda sarjana angkatan VIII STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menyampaikan, kampus tersebut harus begerak cepat membenahi sarana prasarana yang ada, memperkuat distingsi dan excellency

Loading...

“Agar nantinya mampu menjadi destinasi bagi masyarakat dunia untuk belajar ke STAIN Meulaboh, tidak saja untuk warga Aceh, tapi Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Adib mengatakan, meski STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh masih relatif baru sebagai PTKIN, namun harus ada akselerasi dan self evaluation (muhassabah) bagaimana road map ke depan. 

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh harus berani menempatkan eksistensi PTKIN di wilayah Aceh dalam menghadapi tantangan kekinian (Competing in the Era of Artificial Inteligent), di tengah-tengah percaturan dan persaingan kampus secara nasional, regional dan dunia di era disrupsi, dengan tetap memiliki tujuan regional and National Recognised University toward WCU.

Ia berpesan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh harus menjadi center of excellence dalam bidang-bidang yang memang menjadi core competency. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh harus mampu menjawab tantangan dunia kerja, dengan mencetak lulusan-lulusan yang betul-betul “dinanti dan dirindukan keahliannya” oleh dunia pendidikan, perkantoran serta tantangan dan peluang bisnis modern yang sangat menonjolkan nila-nilai ke-Islaman (Islamic values) belakangan ini. 

Fenomena dan gairah ke-Islaman yang sangat tinggi saat ini, diharapkan mampu ditangkap oleh pimpinan PTKIN, terutama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, dalam membuat kekhasan seperti Islamic Enterprenuership atau mendirikan dayah/pesantren di dalam kampus, yang akan menjadi “ikon” bagi kampus.

Alhamdulilah STAIN Meulaboh menjadi salah satu PTKIN yang berkembang sangat pesat, bahkan akan terus kita dorong untuk selanjutnya berubah status menjadi IAIN Meulaboh,” papar Adib dalam orasinya. 

Untuk mewujudkan transformasi kelembagaan, lanjut Adib, mesti ada kerja kolektif dan kolegial seluruh civitas akademika yang ada. 

 

Transformasi Kelembagaan STAIN Meulaboh

Terkait transformasi kelembagaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi IAIN Meulaboh, Adib mengatakan, saat ini sedang diproses ke MenPANRB agar segera dibahas untuk didiskusikan, lalu mendapatkan izin prakarsa dan harmonisasi Perpes. 

“Semoga tidak akan memakan waktu yang lama setelah melalui proses tersebut, sehingga STAIN Meulaboh akan segera berubah menjadi IAIN. Amin Ya Rabbal’alamin,” ungkapnya. 

Adib memandang, memajukan PTKIN adalah “jihad akbar” dengan memperbaiki kualitas akademik dan mutu lulusannya. 

“Kita harus turunkan ego sektoral, kedaerahan atau latarbelakang masing-masing, untuk melebur dan menyatu demi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh,” pesannya.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah mengatakan, untuk mempercepat proses transformasi, pihak kampus terus melakukan berbagai pembenahan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan sarana dan prasarana.

“Alhamdulillah, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh hari ini telah memiliki sumber daya dosen dari berbagai latarbelakang lulusan, mulai dari dalam negeri, Asia, hingga Eropa,” ujar Inayatillah.

Terkait sarana dan prasarana, Inayatillah menyampaikan, hingga saat ini masih dilakukan pembangunan gedung perkuliahan. Secara khusus, ia juga meminta dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah untuk membantu pembangunan gedung ICT center, auditorium dan akses jalan menuju kampus.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Ramli MS menyampaikan dukungannya untuk  pembangunan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, yang akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan jalan akses ke kampus.

“Tahun ini dan 2021, akan kita lakukan pembangunan jalan terlebih dahulu, karena itu yang mendesak. Tahun 2022, akan dilanjutkan dengan pembangunan gedung,” ujar Ramli MS, di hadapan wisudawan dan tamu undangan.

Selain itu, untuk mengakomodir SDM yang ada, ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga akan membuka formasi penerimaan CPNS sesuai dengan kompetensi lulusan yang ada di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

“Semoga transformasi kelembagaan dari STAIN ke IAIN segera terwujud,” harap Ramli.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *