STAIN Meulaboh Bentuk Seuramoe Moderasi Beragama

oleh -155 views
STAIN Meulaboh Bentuk Seuramoe Moderasi Beragama

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, membentuk Seuramoe Moderasi Beragama, Senin, 21 September 2020.

Seuramoe Moderasi Beragama merupakan unit kajian khusus yang disiapkan untuk mengkaji isu-isu terkait moderasi beragama di Aceh dan Indonesia. Unit ini berada di bawah Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Loading...

Pembentukan Seuramoe Moderasi Beragama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh ditandai dengan Webinar sesi 9 “Moderasi Beragama dan Tantangan di Era Disrupsi.” Webinar ini menghadirkan tiga pemateri sekaligus, yaitu Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis, Antropolog sekaligus dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Idria dan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah.

Ketua Seuramoe Moderasi Beragama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, M. Ikhwan mengatakan, keberadaan unit kajian moderasi beragama sesuai dengan instruksi pemerintah dalam rencana strategis Kementerian Agama.

Ia menyampaikan, Seuramoe Moderasi Beragama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh nantinya akan fokus pada kajian-kajian terkait moderasi beragama melalui pendekatan kearifan lokal. Selain kajian dan pembinaan, unit ini nantinya juga akan menghasilkan penelitian-penelitian tentang moderasi.

“Sehingga nantinya dapat dijadikan rujukan dalam penyelesaian masalah-masalah yang mucul dalam masyarakat,” ujar M. Ikhwan saat memandu Webinar.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah menyampaikan, selaku lembaga pendidikan tinggi Islam, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh harus berperan sebagai “menara air” yang mengaliri setiap hikmah bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, menjadi center of excellence bagi pembangunan dan perbaikan umat,” kata Inayatillah saat menyampaikan materi tentang Posisi Milenial dalam Moderasi Beragama.

Menurutnya, sebagai agent social of change dan harapan umat, mahasiswa selaku generasi muda harus disiapkan dengan sebaik mungkin, terutama dari segi pengetahuan berbangsa, bernegara dan beragama.

Inayatillah mengatakan, milenial sebagai generasi yang sangat dekat perangkat teknologi harus mendapatkan pembinaan secara serius dalam penanaman nilai-nilai moderasi beragama. Terlebih di tengah-tengah gempuran informasi seperti saat ini.

Ia berpandangan, langkah pertama untuk menanamkan nilai-nilai moderasi dapat dilakukan melalui pendidikan dalam keluarga. Kebiasaan-kebiasaan yang ditumbuhkan dalam keluarga akan membentuk karakter milenial yang moderat.

Kemudian lembaga pendidikan, dalam hal ini dapat dilakukan melalui penguatan kurikulum Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan dan lainnya. Selain itu juga harus didukung dengan kemampuan tenaga pendidik dalam menanamkan paradigma moderasi kepada mahasiswa.

Inayatillah melanjutkan, dari segi pemerintah, selain melalui aturan-aturan, nilai-nilai moderasi beragama harus diaktualisasikan lewat sikap bernegara, beragama dan berbangsa oleh pejabat pemerintah, sehingga menjadi teladan bagi milenial.

“Dengan adanya pendidikan dan pembinaan yang baik, maka akan melahirkan milenial-milenial dengan karakter moderat yang mampu membawa perubahan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Webinar yang diselenggarakan P3M Bersama Unit Pelaksana Teknis Teknologi, Informasi dan Pangkalan Data (UPT-TIPD) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh melalui aplikasi zoom itu, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan di Indonesia.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *