Sarin Sipembunuh!

oleh -284 views

Basajan.net- KEJADIAN yang menimpa Suriah baru-baru ini menjadi perhatian berbagai negara dibelahan dunia. Dilansir The New York Times, serangan yang dilakukan Selasa 4 April 2017, telah membunuh ratusan warga dalam waktu 10 menit. Belum ada angka pasti terhadap korban. Efeknya masih terus berlanjut, merenggut korban tiap harinya.

Gas maut ini telah diidentifikasi sebagai gas Sarin, yang senyawa organofosfat dikategorikan sebagai racun syaraf atau nerve agent.

Seperti senjata kimia lainnya, Sarin dalam penendatanganan Konvensi Senjata Kimia tahun 1993, negara mana pun tidak dibenarkan memproduksi, menimbun, meneliti, menjual, atau menggunakan gas ini.

Apa itu Sarin dan kenapa zat ini dilarang ?

Dari berbagai sumber menyebutkan, Sarin sudah dilarang sejak 1990. Namun meski 90 persen dari senjata kimia dunia telah dihancurkan, masih ada 17 negara yang memiliki senjata tersebut di gudang mereka.

Pada awalnya, Sarin dikembangkan sebagai pestisida di Jerman pada tahun 1938. Namun setelah diketahui dampaknya begitu kuat, sarin mulai disalahgunakan sebagai senjata kimia saat Perang Dunia II.

Sarin [(CH3)2CHO]CH3P(O)F adalah senyawa bewujud cairan tak berwarna, tak berbau. Digunakan sebagai senjata kimia karena potensi ekstrem sebagai agen saraf.

Racun Sarin bukan senyawa yang secara alamiah terbentuk di alam. Racun ini murni buatan manusia. Bekerja dengan menyerang fungsi sistem saraf. Sebagai senjata perang, Sarin digunakan terhadap target dengan menyemprot sebagai cairan atau aerosol dalam bentuk bom kimia.
Ia telah diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal di Resolusi PBB 687 Tahun 1991.

Seberapa Bahayanya?
Informasi militer Amerika Serikat yang dikutip dari detiknews menjelaskan, Sarin berkekuatan 81 kali lebih beracun dari sianida atau 543 kali lebih beracun dari klorin. Sarin memiliki umur simpan yang pendek sehingga biasanya disimpan dalam bentuk dua senyawa.

Senjata ini sangat berbahaya. Dalam jumlah seujung jarum pentul daja, sudah cukup untuk membunuh satu orang dewasa.

Sarin menyebabkan penyempitan pupil mata, otot kaku, hidung meler diikuti sesak napas dan mual. Gejala-gejala ini muncul begitu cepat, diikuti dengan hilangnya kontrol otot dan berakhir dengan kematian.

Serangan Sanin di Dunia
Suriah bukan satu-satunya negara yang pernah merasakan serangan racun sarin.

Tahun 2004, Irak pernah diserang dengan Sarin oleh sekelompok orang yang disebut teroris. Serangan ini sebetulnya ditargetkan kepada prajurit Amerika Serikat yang tengah berjaga di area Bandara Baghdad. Dua prajurit AS tewas dalam serangan ini.

Selain negara Timur Tengah, Jepang juga pernah diserang dengan racun Sarin pada tahun 1994 dan 1995.

Serangan itu dilakukan oleh pengikut aliran Aum Shinrikyo, tokoh yang menyatakan dirinya sebagai Kristus. Mereka melancarkan teror sarin tengah malam pada 28 Juni 1994 di kota Matsumoto. Tujuh orang tewas dan 270 terdampak serangan tersebut.

Pengikut Aum Shinrikyo tak cuma sekali itu beraksi. Mereka kembali melancarkan teror Sarin pada 20 Maret 1995. Serangan dilakukan di stasiun kereta bawah tanah Tokyo. Gas dilepas di dalam gerbong kereta, membunuh 12 orang dan melukai 5.511 orang.

Bahaya besar dari sarin tak bisa dibiarkan begitu saja. Sepatutnya dunia bertindak tegas terhadap pengguna Sarin. Racun merupakan bentuk senjata yang akan mengakibatkan pemusnahan massal. Jika terus dibiarkan, akan terjadi perang senjata kimia antar negara yang akan membunuh manusia lebih dari apa yang terjadi pada Perang Dunia II.[]

Editor: Junaidi Mulieng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *