Pemahaman Guru Terhadap Quran Pengaruhi Psikoedukatif Siswa

oleh -147 views
pemahaman guru terhadap quran
Bainuddin Yani sedang memaparkan hasil penelitian disertasi pada sidang terbuka Promosi Doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 7 Juli 2020, di ruang sidang Pascasarjana kampus setempat. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Minimnya pengetahuan guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) tentang penafsiran ayat-ayat kauniyah dalam al-Quran, menjadi kendala utama dalam penyampaian materi kepada siswa di sekolah menengah atas.

“Ayat-ayat kauniyah yang disajikan guru MIPA hanya berkaitan dengan pelajaran atau subbab dari mata pelajaran,” ujar Bainuddin Yani, Selasa, 7 Juli 2020.

Loading...

Hal itu disampaikan Bainuddin berdasarkan penelitian disertasi yang ia lakukan sejak 2019, tentang korelasi antara pengetahuan ayat-ayat kauniyah dan psikoedukatif siswa SMAN dalam pembelajaran MIPA.

Di hadapan majelis sidang terbuka promosi doktor Program Pendidikan Agama Islam (PAI), Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Bainuddin menyampaikan, guru sekolah menengah atas hanya menguasai ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan subbab pembalajaran MIPA.

Menurutnya, hal itu menjadi kendala dalam pembelajaran MIPA berdasarkan ayat-ayat kauniyah. Minimnya pengetahuan guru tentang penafsiran ayat-ayat kauniyah menyebabkan terbatasnya materi yang disampaikan kepada siswa.

“Siswa hanya dapat mengingat dan memahami beberapa ayat saja, sesuai topik yang diajarkan guru. Keterbatasan pengetahuan guru pada ayat-ayat kauniyah, menyebabkan kurangnya pemahaman siswa,” papar Bainuddin.

Baca berita terkait: Keteladanan Kunci Utama Pembinaan Karakter di Dayah

Bainuddin mengatakan, secara umum, terdapat korelasi positif dan signifikan antara pengetahuan siswa terhadap ayat kauniyah dengan psikoedukatif siswa, yaitu sebesar 36,6 persen.

Ia melanjutkan, hasil tersebut bermakna, tingkat psikoedukatif siswa termasuk dalam katagori baik, dengan nilai rata-rata self-confidence (Kepercayaan diri), self-efficacy (kemampuan dan keyakinan), self-concept (konsep diri), adversity quotient (kemampuan mengatasi kesulitan) dan perilaku belajar siswa, masing-masing memberi kontribusi sangat besar.

“Hasilnya, pengetahuan guru tentang ayat-ayat qauniyah sudah mulai membaik. Guru juga sudah menguasainya. Namun, masih terbatas pada materi tertentu,” tegas dosen FKIP Universitas Syiah Kuala itu.

Sementara itu, Ketua Prodi S-3 PAI UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Yusra Jamali menyampaikan, pelaksanaan sidang promosi doktor tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah pada masa covid-19.

Majelis sidang terdiri dari, Ketua Warul Walidin AK, Sekretaris Mukhsin Nyak Umar, Promotor Jamaluddin Idris dan Muhammad Ar. Penguji M. Hasbi Amiruddin, Gunawan Adnan dan A. Mufakhir Muhammad. Penguji luar Yusrizal, Guru Besar Ilmu Penelitian, Universitas Syiah Kuala.

“Ini merupakan sidang promosi doktor ke-70 Program Studi dan lulusan doktor ke 127 Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh,” sebut Yusra Jamali.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *