Keteladanan Kunci Utama Pembinaan Karakter di Dayah

oleh -174 views
Character Building
Erlawana memaparkan hasil penelitian disertasi pada sidang terbuka Promosi Doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis, 2 Juli 2020, di ruang sidang Pascasarjana, kampus setempat. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Studi menunjukkan, pembinaan karakter (Character Building) berupa nilai kejujuran, disiplin, tanggungjawab dan kerjasama di dayah dapat dilakukan melalui keteladanan, pendidikan agama dan pembiasaan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pembinaan karakter di dayah juga didukung dengan penguatan kegiatan belajar mengajar yang terintegrasi antara materi pembelajaran agama dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Loading...

Hal itu sebagaimana hasil riset yang dipaparkan Erlawana dalam sidang terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pascasarajan UIN Ar-Raniry, Kamis, 2 Juli 2020.

Dalam risetnya berjudul “Character Building pada Pendidikan Dayah Terpadu di Kota Banda Aceh,” Erlawana mengatakan, penguatan karakter lebih dominan diterima santri melalui kegiatan keagamaan, seperti tahfidz, belajar kitab kuning, berzikir, salat berjamaah dan membaca quran.

“Setiap santri berprestasi diberi penghargaan dan sanksi bagi yang melanggar,” terang juara harapan I kepala sekolah berprestasi tingkat Aceh 2018 itu.

Baca berita terkait: Karakter Siswa Boarding School Lebih Mudah Terbentuk

Erlawana melanjtukan, pembinaan karakter bagi santri didukung dengan adanya visi dan misi dayah yang tegas dan jelas. Dayah terpadu menerapkan program asrama, adanya tata tertib dan peraturan yang jelas. Tanggung jawab yang tinggi dari pimpinan dan pengelola dayah. Tersedianya tenaga pendidik/ustadz yang profesional di bidangnya masing-masing.

Meski demikian, kata Erlawana, pendidikan di dayah terpadu juga memiliki hambatan. Di antaranya, ada guru/ustadz yang belum memahami secara utuh tentang dayah terpadu. Ada guru dan ustadz yang berasal dari luar dayah, serta sarana dan prasarana belum mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kemampuan Erlawana mempertahankan disertasi di hadapan majelis sidang, menjadikan Kepala SMA Negeri 7 Kota Banda Aceh itu sebagai doktor ke-69 Program Studi S-3 PAI dan lulusan doktor ke 126 Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Sidang promosi doktor atas nama Erlawana berjalan baik dan lancar, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah pada masa covid-19,” Ketua Prodi PAI, Yusra Jamali.

Adapun majelis sidang terdiri dari, Ketua Warul Walidin, Sekretaris Mukhsin Nyak Umar, Promotor Jamaluddin Idris dan Sri Ekamulyani. Penguji M. Hasbi Amiruddin dan Azman Ismail, Penguji luar Muslim Razali, Ag dan Guru Besar Ilmu Penelitian Universitas Syiah Kuala, Yusrizal.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *