BDK Aceh Lakukan Analisis Kebutuhan Diklat Tahun 2021

oleh -298 views
Analisis Kebutuhan Diklat
Kasi Diklat Pendidikan dan Pelatihan BDK Provinsi Aceh, Mahdi saat menyampaikan tujuan kegiatan analisis kebutuhan diklat, Selasa 7 Juli 2020. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, melakukan analisis kebutuhan diklat tahun 2021, di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Selasa, 7 Juli 2020.

Kasi Diklat Pendidikan dan Pelatihan BDK Provinsi Aceh, Mahdi menjelaskan, analisis kebutuhan diklat dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan yang akan dilaksanakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh sesuai dengan jenis diklat yang dibutuhkan oleh Stakeholder di lingkungan Kementerian Agama.

Loading...

“Hal ini sebagai upaya peningkatan potensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Agama,” jelas Mahdi.

Mahdi mengatakan, sebelumnya analisis kebutuhan diklat dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor), namun pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik, dikarenakan tidak disampaikan langsung oleh yang paling membutuhkan, seperti kebutuhan guru maupun kepala madrasah.

Oleh sebab itu, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh melakukan koordinasi langsung dengan kepala madrasah, guru, maupun pihak Kantor Urusan Agama (KUA), untuk menindaklanjuti ketepatan sasaran dan menetapkan kegiatan yang paling penting untuk kegiatan diklat tahun 2021 mendatang.

“Untuk kegiatan tahun ini, sudah kita tetapkan pada tahun 2019 lalu,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Iswandi mengatakan, analisis kebutuhan diklat sangat perlu dilakukan untuk menganalisa kebutuhan dan tujuan yang akan dicapai untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat.

Seperti halnya kondisi pembelajaran di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) saat ini, proses belajar mengajar (PBM) tidak berjalan secara efektif dan efesien.

Oleh karenanya, perlu adanya pendidikan dan pelatihan bagi guru maupun bagi pihak madrasah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM) di masa darurat dengan baik, efektif dan efesien.

“Kita berharap pandemi ini cepat berakhir, namun itu semua kehendak dari Allah SWT. Jadi kita harus upayakan pembelajaran terbaik untuk anak-anak kita,” tambah Iswandi.

Iswandi berharap, apapun kesimpulan pada analisis kebutuhan diklat tersebut, merupakan kebutuhan dan harapan dari semua pihak. Hal itu nantinya akan menjadi acuan pelaksanaan balai diklat nantinya, yang merupakan aspirasi dan titik tujuan pada kegiatan analisis tersebut.[]

 

 

EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *