Mapala Laksamana Rajut Solidaritas untuk Korban Banjir Aceh

oleh -48 views
Mapala Laksamana Rajut Solidaritas untuk Korban Banjir Aceh
Mapala Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis, Riau merajut solidaritas untuk membantu korban banjir Aceh. Penyaluran bantuan ke beberapa daerah dilakukan bersama sejumlah komunitas lokal, Senin, 9 Februari 2026. (BASAJAN.NET/DOK. Mapala Laksamana)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh di penghujung tahun 2025, tak hanya menyisakan lumpur dan kerugian. Bencana ini turut mengetuk nurani mereka yang berada ratusan kilometer jauhnya.

Dengan semangat kepedulian, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Mapala Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis di Riau memilih bergerak. Mereka merajut solidaritas lintas daerah melalui aksi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana.

Mapala Laksamana menyalurkan bantuan hasil galangan dana ke beberapa kabupaten di Aceh, dengan menggandeng mitra-mitra lokal yang berada langsung di lapangan. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan pada Senin, 9 Februari 2026, menyasar wilayah-wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Bagi Mapala Laksamana, jarak geografis bukan penghalang untuk hadir di tengah situasi darurat. Organisasi pecinta alam ini menegaskan, solidaritas kemanusiaan harus melampaui batas wilayah administratif, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi rentan akibat bencana alam.

“Ketika ada saudara-saudara kita yang terdampak bencana, maka kepedulian tidak bisa dibatasi jarak,” ungkap Pembina Mapala Laksamana, M. Ismail Musa.

.

Kolaborasi Lintas Komunitas

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Mapala Laksamana memilih berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas lokal di Aceh. Di Kabupaten Gayo Lues, bantuan pakaian dalam disalurkan melalui Himpunan Mahasiswa Asal Gayo Lues (HIPEMAGAS).

Selanjutnya, di Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di wilayah Beutong Ateuh, Mapala Laksamana menyalurkan bantuan cangkul dan perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan ini didistribusikan bersama Jaringan Masyarakat Gambut Aceh (JMGA), sebagai upaya membantu masyarakat memulihkan aktivitas pertanian pascabanjir.

Kemudian, di Kabupaten Bener Meriah, bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan wanita, serta bahan pangan berupa kacang hijau. Penyaluran ini dilakukan melalui kerja sama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Komda Aceh, yang turut mendampingi distribusi di lapangan.

Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya Desa Dayah Usen, bantuan yang disalurkan berupa tiga boks atau sekitar 30 helai. Penyaluran bantuan dilakukan bersama Tim Community Development Universitas Syiah Kuala.

Ismail Musa berharap, bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana.[]

========================

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.