BASAJAN.NET, Meulaboh- Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh dibekali kompetensi profesi komunikasi.
Pembekalan persiapan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tersebut berlangsung di aula Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Rabu 15 Juli 2026.
Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam STAIN Meulaboh, Ramli mengatakan, tantangan yang dihadapi lulusan komunikasi semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital.
Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan teknis sekaligus kemampuan interpersonal agar mampu beradaptasi dan bersaing di dunia profesional.
Ramli menyebutkan, mahasiswa harus memiliki dua kemampuan untuk bersaing ke depan, yaitu hard skill dan soft skill. Kedua kemampuan tersebut akan menjadi modal penting bagi mahasiswa agar berhasil selama melaksanakan praktik lapangan.
Tahun ini, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) mengirimkan 22 mahasiswa untuk mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sejumlah instansi, yakni DPRK Aceh Barat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, LPP RRI Meulaboh, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Nagan Raya.
Sebagai bagian dari persiapan PPL, pembekalan menghadirkan praktisi dari bidang pemerintahan, penyiaran, dan jurnalistik untuk membagikan pengalaman serta wawasan mengenai kebutuhan kompetensi di era digital.
Pemateri dari Humas Setdakab Aceh Barat, Dana Ismawan menyampaikan materi tentang Mengelola Reputasi Instansi dengan Pendekatan Islamic Public Relations di Era Digital.
Menurutnya, membangun reputasi instansi tidak hanya bergantung pada kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, transparansi, dan tanggung jawab.
Dana mengatakan, di era digital, setiap instansi dituntut mampu memanfaatkan media digital secara bijak untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat citra positif, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Penyiaran LPP RRI Meulaboh, Agustina menyampaikan materi Peluang Karier Penyiaran di Era Digital.
Agustina menjelaskan, perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru dalam industri penyiaran dan media digital.
Menurutnya, penguasaan keterampilan komunikasi, public speaking, penulisan naskah, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk berkarir di industri media.
“Era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang besar. Siapa pun yang memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar akan memiliki kesempatan luas untuk berkarir di dunia penyiaran,” ujarnya.
Selain itu, Praktisi Media, Ismail Arafah menyampaikan materi Menjaga Integritas, Kecepatan, dan Etika di Era Disrupsi Informasi.
Ismail mengingatkan mahasiswa agar tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan dalam menyampaikan informasi.
Sebab, kecepatan dalam menyebarkan informasi tidak boleh mengabaikan proses verifikasi. Akurasi dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap media maupun instansi pemerintah.[]
___________
Penulis: Cut Tiara Maulia








