BASAJAN.NET, Banda Aceh — Di banyak sudut Aceh yang kini terendam air dan lumpur akibat banjir bandang serta longsor, warga mulai kehilangan pegangan. Akses terputus dan pasokan makanan menipis. Kelaparan kian membayangi warga.
Berdasarkan laporan yang diterima redaksi basajan.net dari relawan Mata Garuda Aceh (MG Aceh), Kamis, 4 Desember 2025, sebagian besar warga sudah berada dalam keputusasaan.
Di lapangan, kondisi yang dihadapi para relawan sangat sulit. Ajmir Akmal, Koordinator Lapangan Tanggap Darurat MG Aceh, menggambarkan situasi yang ia saksikan sebagai sesuatu yang sangat menyayat hati.
Ajmir berkisah, di lapangan, ia tak kuasa menahan air mata ketika melihat bayi, balita, dan ibu-ibu, hanya bisa menangis menahan lapar.
“Ketika saya datang membawa sedikit bantuan, mereka langsung memeluk dan bersyukur. Setiap hari saya dihubungi banyak orang yang meminta bantuan, tapi donasi kita terbatas. Ya Allah, neu bantu kamoe ya Allah (tolonglah kami ya Allah),” ujarnya.
Menurut Ajmir, kondisi serupa juga terjadi di Aceh Tengah, warga mengungkapkan keputusasaan mereka dengan suara yang hampir patah. “Kalau begini terus, kami bisa mati kelaparan,” tulis Ajmir, mengulang pernyataan seorang warga dari Aceh Tengah,
Sementara di Aceh Tamiang, kondisi tak kalah genting. Minimarket hingga toko-toko sudah dijarah, bukan karena ingin merusak, tapi karena warga tak lagi mampu menahan lapar.
“Indomaret, Alfamart, dan toko-toko sudah dijarah karena masyarakat kelaparan. Di mana pemerintah? Apa kami harus mati dulu baru mereka datang?” ujar seorang warga.
Bantuan MG Aceh Telah Jangkau 85 Desa
Hingga hari ini, relawan akar rumput MG Aceh telah menjangkau 85 desa di 9 kabupaten/kota, yakni Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, Lhokseumawe, Bireuen, Langsa, Desa Simpang Tiga dan Desa Tualang Baroe di Aceh Tamiang, serta satu desa di Kecamatan Tripe, Gayo Lues.
Bantuan yang dibawa meliputi makanan siap saji, air bersih, susu dan kebutuhan bayi, perlengkapan ibu hamil dan menyusui, pakaian, serta kebutuhan pokok lainnya.
Sejak donasi hari pertama dibuka, organisasi alumni dan awardee LPDP asal Aceh ini telah menghimpun Rp148.205.000. Hingga saat ini, 94,6 persen bantuan telah didistribusikan secara langsung kepada masyarakat terdampak.
Melihat masih banyak wilayah yang belum tersentuh, MG Aceh mengajak berbagai pihak untuk bergabung memperkuat penanganan bencana. Organisasi ini menegaskan bahwa apa yang terjadi di Aceh bukan hanya persoalan satu daerah, tetapi panggilan kemanusiaan untuk semua.
MG Aceh juga membuka peluang kolaborasi bagi organisasi, komunitas, media, dan siapa pun yang ingin ikut membantu. Informasi dapat diakses melalui Instagram @matagaruda_aceh.[]
====================
EDITOR: JUNAIDI MULIENG







