Riset: Karakter Siswa Boarding School Lebih Mudah Terbentuk

oleh -144 views
muhammad iqbal
Muhammad Iqbal saat memaparkan hasil disertasi tentang penguatan pendidikan karakter pada sekolah berbasis Boarding School, dalam sidang terbuka doktoral di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 30 Juni 2020. (BASAJAN.NET/NAT RIWAT).

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Pembinaan karakter bagi siswa boarding school, lebih mudah terbentuk dan diterapkan karena guru dan siswa berada dalam satu lokasi dalam waktu yang lama. Penerapan materi dan kurikulum berbasis karakter dapat berlangsung secara simultan dan berkelanjutan.

“Jika ada program dan kegaitan yang perlu evaluasi, maka dapat dilakukan setiap saat. Ini menjadi salah satu keunggulan pendidikan di boarding school,” ujar Muhammad Iqbal.

Loading...

Muhammad Iqbal, 40 tahun, merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia baru saja menyelesaikan studinya setelah mampu mempertahankan disertasinya di hadapan majelis sidang, Selasa, 30 Juni 2020. Sekaligus menjadikan dirinya sebagai doktor ke 68 di progam studi tersebut.

Dalam disertasinya berjudul penguatan pendidikan karakter pada sekolah berbasis Boarding School di Kota Lhokseumawe, Iqbal memaparkan ada empat karakter sebagai penguatan bagi santri. Empat karakter dimaksud yaitu, religius, nasionalis, kemandirian dan integritas.

“Masing-masing karakter sudah diterapkan dan menjadi kurikulum yang diterapkan di boarding school,” sambungnya. 

Iqbal menerangkan, semua karakter tersebut dapat terlaksana secara konsisten, karena adanya komunikasi dialogis dengan pimpinan, dewan guru, siswa dan orangtua siswa.

Menurut dosen tetap Universitas Al-Muslim, Peusangan-Bireuen itu, penguatan karakter bagi santri menjadi tujuan dan hanya dapat dilakukan secara bersama-sama termasuk orangtua santri. Bahkan, karakter nasionalisme dianggap telah menjadi perhatian serius dalam pembinaan santri di boarding school.

“Selain kegiatan rutin sekolah, juga dilakukan kegiatan pembekalan dan pembinaan  kesadaran berbangsa dan cinta tanah air,” sebut Iqbal menegaskan.

Ketua Program Studi PAI Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Yusra Jamali mengatakan, hingga saat ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry telah menghasilakn 125 doktor. Dari jumlah tersebut, 68 doktor berasal dari Program Studi PAI.

Sidang terbuka promosi doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh dilaksanakan dengan menjalankan protocol kesehatan dan keselamatan Covid-19.  Adapun majelis sidang terdiri dari, Ketua Warul Walidin, Sekretaris Mukhsin Nyak Umar, Promotor Jamaluddin Idris dan Murniati. Penguji M. Hasbi Amiruddin, Azman Ismail, Syabuddin Gade dan Salami.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *