Jurnalis Masa Kini Harus Multi Talent

oleh -1.270 views
PhotoPictureResizer 191113 104531264 crop 2150x1210
Masriadi Sambo pada workshop jurnalistik dasar LPM STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Rabu 13 November 2019. (BASAJAN.NET/JM)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Seorang pekerja saat ini dituntut untuk untuk memiliki keahlian ganda (multi talent) dalam menjalankan profesinya. “Terlebih untuk seorang yang ingin menjadi jurnalis,” ujar Masriadi Sambo dalam materi workshop jurnalistik dasar, Rabu 12 November 2019.

Pada workshop yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tersebut, Masriadi menyampaikan, dulu tugas jurnalis hanya meliput dan menulis berita. Namun hari ini, wartawan juga dituntut untuk mampu mengambil video, foto dan menulis berita di waktu yang bersamaan. 

Loading...

“Karena sifat pemberitaan media online itu, serba cepat, harus saat itu juga ditayangkan. Ini menjadi tantangan bagi jurnalis masa kini,” jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa STAIN Meulaboh Dilatih Jadi Wartawan Era Digital

Penulis buku Jurnalisme Multiplatform ini juga membekali peserta dengan nilai kelayakan berita, merencanakan liputan, karakteristik wartawan dan elemen jurnalisme. Ia juga memberikan tips-tips cara mudah menuliskan berita pendek atau straight news dengan menggunakan struktur piramida terbalik. 

“Untuk media online, berita tidak perlu panjang, yang penting fakta,” tekannya. 

Masriadi mengatakan, tugas utama seorang wartawan adalah menyampaikan kebenaran. Dalam menjalankan tugasnya, verifikasi merupakan hal yang wajib dilakukan. 

“Sehingga anda tidak terjebak dalam kepentingan sumber berita,” tegas mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe ini.

PhotoPictureResizer 191113 022025887 crop 2606x1210 1042x484
Workshop jurnalistik dasar Lembaga Pers Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Selasa 12 November 2019. (BASAJAN.NET/JM)

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah mengatakan, kemampuan menulis menjadi keahlian penting di era digital. Terutama bagi profesi jurnalis, sehingga mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang layak dikonsumsi masyarakat. 

“Berita yang ditulis harus memberi pengetahuan kepada pembaca. Kepandaian untuk memilih dan memilah setiap informasi sangat diperlukan di zaman ini,” ujarnya.

Inayatillah berpesan, mahasiswa yang ingin mengembangkan skill di bidang kewartawanan, selain kemampuan intelektual, juga harus mempersiapkan mental yang kuat dalam menulis tiap informasi kepada masyarakat.

“Wartawan di era digital ini, harus menjadi penyejuk bagi umat. Sampaikan pesan-pesan Islam yang rahmatan lil alamin kepada dunia,” pesannya.[]

 

WARTAWAN: JUNAIDI MULIENG/SITI AISYAH

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *