UIN Ar-Raniry Bahas Islam Moderat di ARICIS 2019

oleh -1.184 views
IMG 20191116 145204
Ar-Raniry International Conference on Islamic Studies (ARICIS) dan Internasional Conference of Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS). (BASAJAN.NET/NAT RIWAT)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, membahas isu Islam moderat dalam Ar-Raniry International Conference on Islamic Studies (ARICIS) dan Internasional Conference of Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) 2019.

Kegiatan yang berlangsung hingga 16 November 2019, di Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh tersebut, diikuti 250 pemakalah.

Loading...

Ketua Panitia, Anton Widyanto, Kamis malam, 14 November 2019 mengatakan, sejak pendaftaran dibuka hingga ditutup pada 28 Oktober 2019, panitia telah menerima sebanyak 198 judul makalah.

Namun jumlah tersebut terus bertambah setelah pendaftaran ditutup, hingga total jumlah yang masuk ke panitia mencapai 250 lebih makalah.

Menurutnya, tingkat partisipasi peserta ARICIS 2019 mengalami kemajuan signifikan, serta menunjukkan semangat tinggi para akademisi dari berbagai daerah. Baik internasional dan nasional, mulai dari Papua hingga Aceh.

Dari keseluruhan makalah yang masuk, kata Anton, tim seleksi menetapkan hanya 24 makalah yang memenuhi kriteria, sesuai dengan tema ARICIS 2019 yaitu, Mederatisme Islam.

Lebih lanjut Anton mengatakan, selain konferensi, panitia juga menggelar bedah buku dan film karya mahasiswa.

Selain itu juga diadakan workshop jurnal bagi seluruh pengelola jurnal di Aceh.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menambah wawasan tentang islam moderat di tengah isu radikalisme.

“Maka moderatisme Islam itu sangat penting. Beberapa makalah yang terbaik akan nantinya dimuat pada Jurnal Ilmiah Islam Futura,” paparnya.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, yang diwakili Direktur Pascasarjana, Mukhsin Nyak Umar menyampaikan, ARICIS pada dasarnya agenda tahunan UIN Ar-Raniry, serta ikon kajian akademis kampus UIN Ar-Raniry.

Ia berharap, ARICIS memberi dampak tidak hanya pada aspek menambah jejaring akademik, tapi juga memperkuat basis ilmu-ilmu keislaman di Nusantara.[]

EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *