Teknologi Akan Geser Pendidikan Tradisional

oleh -128 views
Teknologi Akan Geser Pendidikan Tradisional
Prosesi wisuda sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020, di gedung Auditorium Prof Ali Hasjmy Kopelma Darussalam Banda Aceh, Senin, 23 November 2020. (BASAJAN.NET/NAT RIWAT).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Perkembangan teknologi pendidikan yang terjadi secara terus menerus di era revolusi industri 4.0, berpotensi menggeser sekolah tradisional dan membuat lembaga pendidikan berubah haluan.

“Barangkali ruang kuliah tidak diperlukan lagi,” ujar Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Warul Walidin AK, Selasa, 24 Novembr 2020.

Loading...

Hal itu disampaikan Warul pada wisuda sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020. Wisuda yang dipusatkan di gedung Auditorium Prof Ali Hasjmy Kopelma Darussalam Banda Aceh itu, berlangsung sejak 23-25 November 2020.

Warul mengatakan, berbagai inovasi disrupsi di sektor pendidikan seperti Massive Open Online Course (MOOC), Open Educational Resources (OER), situs tutorial online, social learning platform, personalized/customized learning, Professional Learning Network (PLN), hingga Massively Multi-Player Online (MPO), akan memberikan perubahan drastis di dunia Pendidikan.

“Peran dosen akan berubah drastis sebagai mentor, motivator dan model. Akan tersedia begitu banyak saluran pembelajaran dan kampus pun tak lagi mampu memonopoli proses pembelajaran,” terangnya.

Menurut Warul, sebagai wahana pembelajaran, sekolah tradisional akan tergeser dari posisi “core” menjadi “peripheral”. Proses pembelajaran tidak selamanya di ruang kuliah, akan tetapi bisa dilakukan setiap waktu, dimana saja dan platform apa saja.

Warul menambahkan, dunia pendidikan saat ini membutuhkan sosok muda (milenial) yang memiliki dasar pemikiran yang fit dengan logika zaman baru.  Karenanya ia berpesan, para lulusan UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Dengan menjadi alumni bukan berarti masa belajar telah usai, masih banyak hal yang perlu dipelajari, tentunya harus menjadi strong leadership (pemimpin yang kuat) di masyarakat dan mampu menguasai bahasa asing,” ujarnya.

Pada wisuda kali, UIN Ar-Raniry Banda Aceh mewisuda 1.377 orang lulusan, dilaksanakan secara daring dan luring. Wisuda daring dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal Youtube UIN Ar-Raniry. Sementara untuk prosesi wisuda secara luring, dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan standar protokol kesehatan secara ketat.

Para wisudawan tidak mengikutsertakan pendamping atau keluarga, wajib memakai masker dan pelindung wajah, mencuci tangan sebelum memasuki lokasi dan juga semua dicek suhu tubuh. Selain itu, tempat duduk para wisudawan juga diberi jarak satu meter. Meski begitu, prosesi wisuda berjalan lancar dan penuh khidmat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Gunawan Adnan dalam laporannya menyebutkan, pada rapat senat terbuka wisuda doktor, magister, sarjana tersebut, berhasil meluluskan 1.722 lulusan yang terdiri dari 13 orang program doktor, 84 orang Magister Agama Islam dan 1625 orang program sarjana. Namun yang mendaftar, baik secara daring mamupun luring hanya 1.377 orang.

Untuk program sarjana strata satu (S1) jumlah wisudawan terdiri dari, Fakultas Syari’ah dan Hukum240 lulusan, Fakultas Tarbiyah  dan Keguruan 650 lulusan, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 133 lulusan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 131 lulusan. Fakultas Adab dan Humaniora 77 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 230 lulusan, Fakultas Sains dan Teknologi 68 lulusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan 68 lulusan, dan Fakultas Psikologi 28 lulusan.

Adapun peserta yang mendaftar secara Daring (online) berjumlah 474 orang, sementara yang mendaftar secara Luring (offline) 903 orang, sisanya tidak mendaftar pada wisuda kali ini.

Gunawan menyampaikan, dengan bertambahnya 13 lulusan program doktor, 84 lulusan Magister Agama Islam dan 1623 lulusan program sarjana strata satu (S1), maka alumni UIN Ar-Raniry sampai saat ini berjumlah 43.581 orang. Untuk lulusan yang meraih Predikat Istimewa sebanyak 785 orang. []

 

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *